Dengan semakin berkembangnya penelitian tumbuhan obat dalam kurun waktu beberapa tahun ini telah mengangkat beberapa potensi tumbuhan tropika indonesia. Orientasi pengobatan modern dengan menggunakan bahan kimia kini mulai bergeser ke pemakaian obat tradisional karena selain memiliki resiko efek samping yang rendah, murah dan mudah diperoleh, tumbuhan obat memiliki khasiat yang tak kalah hebatnya dengan obat kimia yang berkembang sekarang.

Murbei sebagai salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai tumbuhan obat telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, yang sebagian besar memang menggunakannya sebagai pakan ulat sutra. Namun manfaat bagi kesehatan tak kalah hebatnya.

Morus alba L. termasuk suku Moraceae memiliki nama asing Sangye berasal dari Cina, tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 mdpl menyukai daerah yang cukup basah seperti lereng gunung dan berdraenase baik. Tumbuhan ini dibuidayakan dengan stek ataupun okulasi.

Manfaat yang bisa kit peroleh bisa berasal dari bagian daun, batang, ranting, akar dan kulit batang. Daun bersifat pahit, manis dingin, masuk meridian paru dan hati. Bersifat sebagai peluruh kentut (karminatif), peluruh keringat (diaforetik), peluruh kencing (diuretik), mendinginkan darah, pereda demam (antipiretik) dan menerangkan pengelihatan. Buah bersifat manis, dingin masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. Memelihara darah dan yin, memperkuat ginjal, diuretic, peluruh dahak (ekspektoran), hipotensif, penghilang haus, meningkatkan sirkulasi darah dan efek tonik pada jantung. Kulit akar bersifat manis, sejuk, masuk meridian paru-paru berkhasiat sebagai anti asmatik, ekspektoran, diuretic, dan menghilangkan bengkak. Ranting bersifat pahit, netral, masuk meridian hati. Bersifat sebagai karminatif, antipiretik, analgesic, antireumatik dan merangsang pembentukan kolateral.

Kandungan kimia dari bagian tumbuhan antara lain daun murbei mengandung acdysterone, lupeol, B-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, a-B-hexenal, cis-B-hexenol, cis-Y-hexenol, benzaldehide, eugenol, linalool, benzyl alkohol, butil amine, acetone, trigolenine, choline, adenin, asamamino, copper, zinc, Vitamin, asam klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, mioinositol. Juga mengandung phytosterogens. Bagian ranting murbei mengandung tanin dan vitamin A. Buahnya mengandung cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat, dan vitamin (karoten, B1, B2, dan C). Kulit batang mengandung triterpenoid, flavanoid, dan coumarins. Kulit akar mengandung derivat flavone mulberin, mulberrofuran. Biji urease.

Dalam penggunaan pohon murbei harus diperhatikan beberapa hal di bawah ini :

  • · Di luar negeri daun murbei sudah dibuat obat suntik. Obat suntik tersebut menyebabkan nyeri di tempat lokal suntikan kadang timbul menggigil demam dan sakit kepala yang tidak memerlukan pengobatan khusus.
  • · Pemanfaatan ranting murbei debaiknya dihindari jika ada sindrom defisiensi yin.
  • · Pemakaian daun murbei sebiknya dihindari bila sedang diare akibat dingin dan adanya defisiensi limpa dan lambung.

Sungguh besar potensi pohon murbei, sungguh akan sangat baik bila tumbuhan ini bisa dimanfaatkan oleh umat manusia. Dengan pengembangan dan penelitian tumbuhan obat yang terus menerus akan lebih mengoptimalkan fungsi tumbuhan obat ini dan tumbuhan obat yang lain tentunya. Sehingga pada akhirnya rasya syukur kita kepada Allah SWT akan terus meningkat atas kekayaan alam yang telah dibekalkan oleh-Nya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan…..