Briket arang merupakan bahan bakar padat alternatif atau pengganti bahan bakar minyak. Teknologi pembuatan briket arang sangat sederhana. Pada dasarnya briket arang adalah arang yang telah diubah bentuk, ukuran, dan kerapatannya menjadi produk yang lebih praktis sebagai bahan bakar. Terdapat  tahapan dalam pembuatan briket yaitu persiapan bahan baku, pengarangan, penggilingan, penyaringan, pencampuran dengan bahan perekat, pengempaan dan pengeringan.

a. Persiapan Bahan Baku

Berbagai jenis bahan yang berlignoselulosa bisa digunakan untuk membuat briket arang seperti limbah pertanian dan kehutanan. Contohnya adalah serbuk gergaji, tempurung kelapa, daun, ranting, ampas tebu, sekam padi, dan lain-lain. Bahan baku yang digunakan sebaiknya dalam bentuk seragam sehingga memudahkan dalam pencampuran dengan perekat dan proses pengempaan . Selain itu kadar air bahan baku harus diperhatikan karena dengan tingginya kadar air akan menyebabkan bahan baku lama terbakar dan mengeluarkan banyak asap. Kadar air bahan baku sebaiknya kurang dari 15ºC.

b. Pengarangan/karbonisasi

Proses karbonisasi merupakan suatu proses dimana bahan dipanaskan dalam ruangan tanpa kontak dengan oksigen. Pada umumnya suhu yang digunakan sekitar 500-800ºC. Dengan proses karbonisasi zat-zat terbang yang terkandung dalam briket tersebut diturunkan serendah mungkin sehingga produk tersebut tidak berbau dan berasap. Pengarangan dilakukan dengan kiln/tunggu pembakaran. Kiln dapat dibuat dari drum yang dibuka bagian atasnya dan diberikan penutup (Gambar 1).

Gambar 1. Kiln Arang (www.iptek.net)

Bahan disusun dengan menempatkan bambu di tengah. Setelah bahan baku masuk ke dalam kiln bambu ditarik. Ruang bekas bambu tersebut digunakan untuk melakukan pembakaran awal dengan menempatkan kayu umpan yang telah dibakar. Setelah bahan terbakar sebagian kiln ditutup termasuk ketiga lubang yang berada di samping. Lamanya proses pengarangan akan berbeda tergantung pada jenis dan banyaknya bahan yang digunakan. Apabila menggunakan bahan baku yang berbeda pengarangan sebaiknya dilakukan terhadap tiap-tiap bahan baku secara terpisah karena tiap-tiap bahan baku memiliki waktu pengrangan optimal yang berbeda-beda. Pengarangan dianggap selesai apabila asap yang keluar dari cerobong menipis.

c. Penggilingan dan Penyaringan

Penggilingan diperlukan untuk menghancurkan bahan–bahan berukuran besar seperti batang, ranting, tempurung kelapa sedangkan untuk serbuk kayu tidak perlu dilakukan penggilingan. Penggilingan bisa dilakukan dengan ditumbuk dengan tangan atau menggunakan mesin penggilingan. Setelah itu dilakukan penyaringan yang berfungsi untuk menyeragamkan bahan. Permukaan yang seragam akan memudahkan arang untuk menempel dan berikatan satu sama lainnya. Ukuran saringan yang dianjurkan adalah lebih dari 20 mesh dan kurang dari 80 mesh.

d. Pencampuran dengan bahan perekat

Bahan perekat yang biasa digunakan adalah tepung tapioka. Sebenarnya dapat pula menggunakan bahan-bahan yang lain seperti tanah liat, semen, natrium silikat, tar, aspal, amilum, molase, dan parafin. Perbandingan antara bahan perekat tapioka dengan air adalah 1 : 12 atau 1 : 10. Persentase arang dengan perekat berbeda antara satu bahan dengan bahan yang lainnya bergantung dari jenis dan  ukuran bahan baku.

e. Pengempaan

Pengempaan dilakukan untuk  membantu proses pengikatan dan pengisian ruang-ruang  yang kosong. Ukuran partikel yang kurang seragam akan menyebabkan ikatan antar partikel serbuk arang kurang sempurna. Keteguhan akan meningkat seiring dengan meningkatnya kerapatan briket arang yang dihasilkan. Pengempaan bisa dilakukan baik dengan alat sederhana seperti alat pencetak dari paralon maupun kempa dengan sistem hidrolik.

f. Pengeringan

Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur briket arang selama sehari atau dioven pada suhu 40-60ºC. Setelah pengeringan briket arang siap untuk dikemas dan digunakan. Pengemasan diperlukan untuk menjaga agar beriket tetap kering dan terhindar dari jamur.

Briket arang dapat digunakan dengan menggunakan tungku atau kompor briket yang kini telah dijual bebas di pasaran. Briket arang yang berkualitas baik memiliki kadar air yang rendah, abu rendah, zat terbang rendah dan nilai kalor yang tinggi.

* dari berbagai sumber