oleh : Jamilyadhatus Sholihah (Mahasiswa Departemen Hasil Hutan Fahutan IPB)

Selulosa merupakan bagian penyusun utama jaringan tanaman berkayu. Bahan tersebut utamanya terdapat pada tanaman kertas, namun demikian pada dasarya selulosa terdapat pada setiap jenis tanaman, termasuk tanaman semusim, tanaman perdu dan tanaman rambat bahkan tumbuhan paling sederhana sekalipun. Seperti: jamur, ganggang dan lumut.

Berdasarkan derajat polimerisasi (DP) dan kelarutan dalam senyawa natrium hidroksida (NaOH) 17,5%, selulosa dapat dibedakan atas tiga jenis yaitu :

1.      Alpha Cellulose adalah selulosa berantai panjang, tidak larut dalam larutan NaOH 17,5% atau larutan basa kuat dengan DP (derajat polimerisasi) 600 – 1500. Selulosa a dipakai sebagai penduga dan atau penentu tingkat kemumian selulosa.

2.      Betha Cellulose adalah selulosa berantai pendek, larut dalam larutan NaOH 17,5% atau basa kuat dengan DP 15 – 90, dapat mengendap bila dinetralkan

3.      Gamma cellulose  adalah sama dengan selulosa β, tetapi DP nya kurang dari 15.

Alpha selulosa merupakan selulosa  yang mempunyai kualitas paling tinggi (mumi). Material yang mengandung alpha selulosa α > 92% memenuhi syarat untuk digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan propelan dan atau bahan peledak. Sedangkan selulosa kualitas dibawahnya digunakan sebagai bahan baku pada industri kertas dan industri sandang/kain (serat rayon).

Topik ini akan dibahas tentang pemanfaatan alpha selulosa dari tanaman rami.Rami merupakan tanaman berserat (bast fiber), rami mempunyai banyak kegunaan, karena  serat rami ini merupakan bahan yang dapat diolah untuk kain fashion berkualitas tinggi dan bahan pembuatan selulosa berkualitas tinggi (selulose α) dan kadar ligninnya rendah.Ditinjau dari sifat kimia tersebut, rami mempunyai prospek ydng baik untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pulp kertas maupun pulp larut (dissolving pulp) yang lebih dikenal sebagai pulp rayon.

Sebagai sumber serat panjang, rami sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pulp putih serat panjang yang selama ini masih diimpor. Pulp ini dapat digunakan sebagai substitusi serat panjang untuk membuat kertas tulis, kertas fotocopi, dll. Dengan sifat seratnya yang panjang dan langsing, serat rami juga dapat dikembangkan untuk kertas khusus seperti kertas saring teh celup, kertas dasar stensil, kertas rokok, dan kertas yang memerlukan ketahanan (security papers), daya simpan yang lama seperti kertas uang, kertas surat berharga, kertas dokumen, dan kertas peta. Selain itu, serat rami dengan kandungan alpha selulosa yang tinggi dapat digunakan sebagai bahan baku rayon dan atau nitroselulosa/NC.

Tabel 1. Komposisi Kimia Serat Alam

NAMA  SELULOSA  HEMI SELULOSA LIGNIN  KET 
Abaka 60-65 6-8 5-10 Pisang
Coir 43 1 45 Sabut Kelapa
Kapas 90 6 Bungkus, Biji
Flax 70-72 14 4-5
Jute 61-63 13 3-13
Mesta 60 15 10
Palmirah 40-50 15 42-45
Nenas 80 12 Daunnya
Rami 80-85 3-4 0,5-1 Kulit Batang
Sisal 60-67 10-15 8-12 Daun
Straw 40 28 18

Sumber: Natural Organic Fiber by Hans Lilhot

Pada tabel diatas dapat kita ketahui bahwa rami paling potensial sebagai bahan baku selulosa diantara tanaman penghasil serat alam yang lain (kecuali kapas), namun kelebihan rami dibanding kapas yaitu tanaman ini mudah dibudidaya dan memiliki masa panen yang pendek. Masa panen terbaik pada tanaman ini sekitar 55 hari pada daerah daratan rendah sampai dengan ± 3 bulan di daerah dataran tinggi/penggunungan (Heyne, 1987).