Menentukan LD 50 (Analisis Probit)

analisis probit mulai diperkenalkan oleh Chester Ittner Bliss (1899-1979) pada tahun 1934 dalam sebuah artikel Science tentang bagaimana mengolah data persentase pengaruh pestisida terhadap hama. Sebagai unit persentase tewas dikenal dengan istilah “probabilitas unit” (atau “probit”).

Langkah pertama adalah buka program MINITAB 14. Pada tampilan akan terdapat dua bagian yaitu ‘Session’ di bagian atas dan ‘Worksheet’ pada bagian bawahnya. Bagian worksheet terdiri dari kolom-kolom C1, C2, C3… dst, serta baris 1,2,3,…dan seterusnya.

Langkah selanjutnya memasukan angka ke dalam worksheet:

  • Untuk memudahkan dalam proses input data dan menerjemahkn data beri keterangan di bawah kolom C1, C2, C3, C4 masing masing dengan Mortalitas, Konsentrasi, Ulangan, dan n seperti yang saya tuliskan di bawah ini :

C1

dalam

C3

C4

Mortalitas

Konsentrasi

Ulangan

n

1

2

  • Bila anda menggunakan data BSLT maka isi Kolom ‘Mortalitas’ (C1) dengan jumlah larva yang mati setelah diberikan perlakuan pada konsentrasi dan ulangannya.
  • Kolom ‘Konsentrasi’ (C2) diisi dengan mengurutkan data konsentrasi. Sebaiknya data konsentrasi diisi dari konsentasi rendah sampai tinggi untuk setiap ulangannya.
  • Kolom ‘Ulangan’ (C3) diisi sesuai dengan ulangan ke-n data tersebut.
  • Kolom ‘n’ (C4) diisi dengan jumlah larva pada setiap perlakuan

Misalnya dilakukan percobaan dengan perlakuan menggunakan konsentrasi 10, 100, 500, dan 1000 ppm, dengan 3 ulangan (missal U1, U2 dan U3), jumlah larva pada setiap perlakuan 10 ekor, dihasilkan data jumlah larva mati. Maka akan diperoleh input data sebgai berikut :

Setelah data selesai dimasukkan selanjutnya buka aplikasi ‘Probit Analysis’ dengan klik panel ‘Stat’ kemudian klik ‘Reliability/Survival’ kemudian klik ‘Probit Analysis’, sehingga akan muncul tampilan Probit Analysis. Masukan “number of events” dengan data mortalitas, terus “number of trials” nya diisi data n, stress (stimulus) diisi konsentrasi.

Klik panel ‘Estimate’ pada pojok kanan atas dan akan muncul tampilan Estimate. Pada tampilan ini bagian ‘Estimate percentile for these additional percents’ diisi dengan 50, pada ‘Confidence intervals’ pilih “fiducial”, kemudian isi ‘Confidence level’ sesuai dengan tingkat kepercayaan yang diinginkan, misalnya untuk tingkat kepercayaan 95% maka ketik 95,0. Pada bagian ‘Confidence Interval’ di bawahnya pilih “two-sided”. Selebihnya bagian yang lain dikosongkan saja kemudian klik ‘OK’

Untuk memilih grafik yang diinginkan klik panel ‘Graphs’ pada tampilan Probit Analysis dan pilih jenis grafik yang diinginkan

Sebagai contoh untuk data di atas tampilan data statistik pada ‘Session’ hasil operasi dengan Probit Analysis  adalah sbb

Probability Plot for Mortalitas

  Parametric Survival Plot for Mortalitas

 Angka yang tercetak merah merupakan nilai konsentrasi LD-50

Advertisements

49 comments

  1. mas,, saya udah ikutin,, kata mas dikosongin aja,, tp ga bisa,, input2 datanya yg udah kita buat itu gmna? mohon bantuannya

    Like

  2. terima kasih mas, insya Allah bermanfaat untuk penelitian saya
    mb aldilla, saya tadi coba input “number of events” dengan data mortalitas, terus “number of trials” nya diisi data n, stress (stimulus) diisi konsentrasi.
    sudah saya cek 1/1 hasilnya sama dgn yg ada di blog ini..

    Like

  3. mas,,sepertinya tidak sulit ya untuk mngolah data penelitian menggunakan probit ini..
    saya juga sedang mengolah data penelitian tentang mortalitas larva nyamuk mas,,
    saya hanya punya program SPSS 16.0 mas dan tidak punya program MINITAB 14 seperti yg mas sebutkan di atas,,
    apa bisa juga mengolah data dgn hanya menggunakan SPSS mas?? maksud saya mengolah data yg juga menggunakan probit tp dg program SPSS mas..
    trmksh ats jwbnnya mas..

    Like

    • Apabila kontrol mati semua berarti data yang kita peroleh akan menjadi bias, tujuan kita menghadirkan kontrol kan sebenarnya sebagai konfirmasi bahwa perlakuan yang kita rancang berpengaruh terhadap objek percobaan. sehingga kalau kontrol nya mati diduga ada faktor lain selain perlakuan yang berpengaruh terhadap percobaan yang kita buat. Menurut saya dipelajari kembali prosedurnya bandingkan dengan yang terjadi dilapangan dan mengulang kembali dengan segala perbaikan teknik dalam percobaan hasil analisis sebelumnya.

      Like

  4. aslmkum..
    kak mau tanya, tami uda ikutin cara semua di atas, tapi di hasil nya yang “Distribution : weibull” punya tami “distribution : normal” itu maksudnya apa kak?
    syukron kak

    Like

  5. Mohon tanggapannya.. saya mengalami beberapa kesulitan.
    1. Bagaimana cara mentransformasi data jika seandainya nilai p pada analisis probit di atas 0.05?
    2. Bagaimana caranya mencari LC50 pada rancangan faktorial 4×4 di minitab? Karena analisis probit di minitab hanya dapat dimanfaatkan untuk mencari LC50 dari 1 faktor aja…
    terima kasih…

    Like

    • Salam Kenal mas Ketut, untuk melakukan transformasi data sebaiknya mas melakukan uji normalitas terhadap data awal terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam analisis probit. Analisis probit menggunakan data hasil transformasi. Saya belum pernah menggunakan minitab 4 faktor mas, sudah saya coba namun belum berhasil. Mohon maav belum bisa membantu.

      Like

    • Pengalaman saya standar deviasi tidak digunakan untuk menentukan LC50, kisaran konsentrasi biasanya menggunakan nilai konsentrasi antara LC20 dengan LC50. Penggunaan standar deviasi biasanya digunakan pada dta rataan pengamatan yang kita lakukan.

      Like

  6. misi mas
    saya kok ga bisa masukkan data konsentrasinya ya saat udah masuk ke probitnya
    apakah ada yg salah ?

    Like

  7. Misi mas
    Untuk analisis log probit LD50 dan LD90 datanya diasumsikan berdistribusi normal, lognormal atau logistik? Dan kenapa?

    Like

  8. mas, saya ingin bertanya apakah minitab bisa menghitung LT50 dan LT95? dengan konsentrasi sama tapi waktu pengamatan berbeda. apakah langkahnya sama dengan menghitung LD50?trims

    Like

  9. Mau nanya. Knp ya LC50 tdk dihitung dr jumlah kematian sj. Knp hrs menggunakan log probit? Apa alasannya? Trims

    Like

  10. Pada prinsipnya sama saja mas Radit bila LD mengacunya pada dosis tertentu yang dinyatakan dalam miligram berat bahan uji per kilogram berat badan (BB) hewan uji, sedangkan LC mengacu pada konsentrasi yang digunakan. Semuanya diukur saat respon kematian pada populasi hewan uji dalam jangka waktu tertentu mencapai 50%

    Like

  11. assalamualaikum mas, sy org awam masalah statistik, apesnya hasil penelitian saya diolah pake anlysis probit, bener kata mas obel programnya dicari cari gak dapat dapat. jadi boleh minta link download program probitnya mas?

    Like

  12. Maaf mas mau nanya. Makna/ interpretasi dari interval LC50 dengan LC90 nya jauh apa ya? apa ada makna tertentu atau bagaimana sama data kita?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s