Siswa SD di Sang Hiang, Lebak, Banten, harus meniti jembatan rusak untuk bersekolah. Para siswa SD ini harus bertaruh dengan nyawa sekadar untuk meraih ilmu. Mungkin berita ini sudah lama menjadi buah bibir bagi masyarakat kita. Bahkan media Inggris “Daily Mail” menyamakan beratnya perjalanan anak SD itu dengan adegan berbahaya di film “Indiana Jones”.Bagaimana beratnya perjuangan anak-anak tersebut di tengah bahaya. Bayangkan saja apabila mereka terjatuh tentunya arus air yang deras di bawah jembatan bersiap untuk menyeret mereka. Kita tinggal menunggu pemerintah Kabupaten Lebak untuk secepatnya mengganti dan memperbaiki jembatan rusak tersebut. Hal ini seolah membuka mata kita bahwa ternyata masih banyak anak-anak sekolah kita yang belum menikmati hak-hak mereka sebagai warga negara.

Kondisi anak-anak tersebut sedikit berbeda dengan anak-anak dari keluarga mampu yang kondisinya lebih baik yang mungkin cuma beberapa km dari jembatan maut tersebut. Coba kita liat di sisi lain banyak anak-anak yang berangkat ke sekolah diantar oleh supir, naik taksi mendapatkan uang jajan yang besar masih bermalas-malasan untuk pergi ke sekolah. Sebaian besar mereka berdomisili di kota dengan berbagai kemudahan, tidak harus berjalan sejauh 6 km seperti anak-anak di atas. Anak-anak kita juga masih disibukan dengan tawuran antar pelajar. Setelah berita ini meluas terdengar seharusnya kita semua yang telah mendapatkan berbagai kemudahan dan fasilitas pendidikan lebih semangat untuk rajin belajar.

Salam SuksesBelajar