Istilah mind mapping pertama kali saya tau waktu saya masih kuliah di tingkat pertama (baca TPB IPB, Tahap Persiapan Bersama) Adalah seorang teman  saya yang bernama Kusnan Irawanto mengenalkan istilah ini. Saya masih ingat bagaimana dia meringkas berbagai mata kuliah dengan metode pencatatan mind mapping. Tepatnya saya harus berterima kasih kepada kang Kusnan Irawanto.🙂

Mind map mampir ke pikiran saya lagi beberapa bulan terakhir ini. Bimbingan belajar SalembaGrup mengingatkan kembali tentang mind mapping kepada saya. Kebetulan saya adalah guru honorer kimia dan IPA SMP. Dalam setiap bab diselipkan mind mapping berupa ringkasan materi yang akan dipelajari dan setiap tentor memiliki kewajiban untuk menyampaikannya kepada siswa. Artinya setiap guru memberikan pemahaman kepada siswa tentang materi yang diajarkan dan bagaimana cara membaca materi dalam bentuk mind mapping.

Karena sekarang saya lagi ngajar di sekolah, saya berfikir mengapa tidak diterapkan saja di kelas saat belajar bersama murid-murid saya? dan alhamdulillah sampai tulisan ini dibuat saya pun mencoba mempersiapkan materi untuk minggu ini dengan menggunakan metode mind mapping.

Apa sebenarnya mind map itu? Mind map adalah cara mudah menggali informasi dari dalam dan dari luar otakmu, cara terbaik untuk mendapatkan ide baru, cara baru untuk belajar, cara baru untuk membuat catetan yang ga ngebosenin.

Kenapa harus mind map? seperti yang kita ketahui bersama otak manusia itu terbagi menjadi dua yaitu  otak kiri dan kanan. Otak yang digunakan dalam belajar biasanya selalu otak kiri. Ini yang menyebabkan terjadi ketidak seimbangan dan belajar yang kita lakukan menjadi tidak efektif.  Oleh karena itu Tony Buzan mencetuskan Mind Map ini untuk belajar. Mind map akan menggunakan otak kanan kita, karena dalam prosesnya kita membuat gambar, garis, warna, dan kata-kata. Dengan metode tersebut  belajar akan lebih menyenangkan, materi belajar akan cepat diingat, ide-ide akan muncul, waktu akan lebih efektif, dan hasil belajar bisa memuaskan.

Sambil browsing di internet dan bertanya ke mbah google akhirnya saya memperoleh penjelasan yang cukup rinci. Salah satu contoh mind mapping adalah seperti di bawah ini :

Seperti yang Anda lihat dari catatan tersebut, Mind Map dapat digunakan untuk mencatat sebuah presentasi, materi kuliah, pidato, atau ceramah yang disampaikan seorang pembicara. Dengan membuat Mind Map, kita akan mendapatkan gambaran lengkap dari seluruh hal yang dibicarakan sekaligus melihat hubungannya satu sama lain.

Sebelum membuat Mind Map model seperti ini, ada baiknya kita mengetahui topik utama yang akan dibicarakan dan menjadikannya judul catatan tersebut. Selanjutnya adalah menentukan cabang-cabang utama yang dikenal dengan sebutan Basic Ordering Ideas (BOIs) yang kemudian bersambung ke cabang-cabang pendukung.

Memang membuat Mind Map langsung dari sebuah pembicaraan tidak mudah karena butuh waktu dan kecepatan untuk menuliskannya. Untuk itu Anda dapat membuat draft Mind Map terlebih dahulu untuk kemudian memperbaikinya setelah sesi penjelasan selesai dan Anda memiliki pemahaman lebih lengkap atas topik yang dibahas.

Menggunakan Mind Map untuk mencatat sebuah materi yang disampaikan akan sangat membantu untuk memahami suatu persoalan yang dibahas. Sebab Anda tidak akan dapat membuat Mind Map jika tidak memahami hal-hal yang ingin dicatat. Ketika Anda berhasil membuat Mind Map, maka sebenarnya Anda telah mendapat gambaran lengkap tentang topik yang dijelaskan.

Dibawah ini adalah perbandingan antara pencatatan metode tradisional dan mind map

Traditional note-taking methods: mencatat metode Tradisional (Linier):

  • mengaburkan kata-kata kunci dan informasi
  • tidak mudah diingat
  • buang waktu dengan kuantitas kata-kata yang menghubungkan
  • tidak menggunakan semua keterampilan kortikal, dan jadi tidak kreatif untuk merangsang otak

Mind Maps on the other hand: mencatat dengan menggunakan Mind Maps:

  • membantu dengan kemampuan otak untuk berkonsentrasi
  • memungkinkan esensi materi menjadi jelas
  • secara visual relatif lebih jelas urutan dan informasinya
  • membuat sambungan antara ide-ide mudah untuk dilihat
  • meningkatkan keyakinan kita dalam kemampuan kita untuk belajar