Tak terasa ujian tengah semester sudah di depan mata. Tak terasa memang rasanya baru kemarin saya masuk dan memulai BAB baru Deret dan Barisan. Nampaknya surat pemberitahuan Ujian Tengah Semester yang tersimpan di atas meja kerja saya menegaskan bahwa soal pun harus segera diserahkan. Begitu pula dengan anak-anak siswa saya di SMK AdiSanggoro, setiap bertemu mereka mengingatkan “Pak bagaimana dah buat soal buat UTS ya, jangan susah-susah ya soalnya. ?”. Saya hanya tersenyum, lantaran soal ujian yang saya buat memang standar, sesuai dengan materi yang saya berikan di kelas. Bahkan kalau mau diperhitungkan dengan cara mengajar, fasilitas yang saya berikan (diskusi dan latihan soal) dan mereka belajar tentunya akan sangat mudah.

Saya siapkan sebanyak lima buah soal esai diakhiri dengan kata-kata di bawah soal “Selamat Bekerja dengan Jujur dan Ikhlas. Ujian memang harus dijalani dengan jujur, jujur atas kemampuan yang dimiliki dan  tidak melakukan cara yang curang seperti mencontek atau memberikan contekan. Ujian merupakan salah satu upaya evaluasi, bukan hanya evaluasi kemampuan siswa dalam memahami mata pelajaran yang telah kita ajarkan namun jauh dari itu mengajarkan tentang arti penting kejujuran. Saya lebih senang bila anak didik saya jujur, mengerjakan soal dengan kemampuan yang dimiliki sehingga saya bisa mengevaluasi dengan data yang benar tanpa bias, bisa atau tidak  mereka mengerjakan soal. Saya percaya kejujuran itulah yang akan membawa mereka ke pintu kesuksesan. Ini adalah harta yang paling berharga.

Ujian pun harus dilaksanakan dengan ikhlas. Mungkin saja siswa saya harus belajar dengan rajin sampai malam, mengerjakan soal latihan satu persatu, mengkhatamkan buku matematika berlembar-lembar, berdiskusi dengan saya bila soalnya sulit. Itu akan sangat lelah, capek atau membosankan. Hanya siswa yang ikhlas belajar yang akan sanggup melakukan upaya-upaya tersebut. Dan saya bersyukur ternyata masih ada siswa saya yang berkarakter siswa jujur dan ikhlas. Alhamdulillah..

Salam SuksesBelajar.