Sebagian orang mengatakan buah yang jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Apabila buah yang jatuh itu manis, harum dan memiliki warna yang menarik  berasal dari pohon unggul. Begitupun apabila buah yang jatuh tersebut pahit, memiliki bau yang kurang sedap dan memiliki warna yang kurang menarik tentunya berasal dari pohon yang kurang baik. Hal ini nampaknya berlaku bagi setiap anak didik kita. Anak didik yang hebat, cerdas dan pintar tentunya terlahir dari keluarga yang hebat mampu mengoptimalkan kemampuan dan potensi anaknya.

Kadang saya berfikir sederhana ketika melihat anak yang cerdas, bisa jadi anak tersebut terlahir dari keluarga yang cerdas atau tercipta dari lingkungan yang cerdas yang dimotori oleh sesosok yang luar biasa yaitu ibu. Kata ibu mampu menggetarkan setiap orang yang mendengarkan namanya, di bawah kakinya terdapat surga, penghormatan kepadanya disebut tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan bapak. Ibu adalah pendidik pertama bagi seorang anak sebab para ibulah yang selama ini merawat buah hati sejak masih di dalam kandungan, melahirkan membesarkan dan melengkapi semua tahapan perkembangan anak dengan penuh kasih sayang. Anak merangkak, berjalan, berucap, mengenal lingkungan selalu ada ibu di sampingnya. Coba bayangkan apabila seorang ibu memiliki pengetahuan yang tidak cukup dalam merawat dan membesarkan anaknya tentu anak akan mengalami perkembangan yang kurang optimal centerung menjadi trouble maker bagi lingkungannya.

Hanya ibu yang mau belajar menjadi ibu yang baiklah yang akan berhasil mendidik anak-anaknya menjadi orang yang luar biasa. Dan bayangkan pula apabila seluruh ibu di Indonesia berusaha menjadi ibu yang baik, tak terbayangkan akan tercipta generasi muda Indonesia yang luar biasa. Dengan demikian, kualitas akhlak, moral, intelektual, dan pengetahuan seorang ibu dapat mempengaruhi kualitas generasi muda harapan bangsa.

Semoga akan terlahir ibu-ibu yang cerdas.

Salam SuksesBelajar