anak cerdas, dimanapun ia akan menjadi pusat perhatian. Kita masih ingat bagaimana indonesia menjadi juara olimpiade tingkat internasional. Kalau boleh berbangga diri negara kita tidak kalah dengan negara lain (kalau dilihat dari kemampuan individu), namun bila dilihat dari kekompakan sebagai sebuah bangsa dan negara kita masih belum melihatnya. Okelah kita tinggalkan sejenak anak-anak cerdas tersebut yang sekarang keberadaanya entah di mana. Hari ini saya mendapatkan sebuah kabar melalui pesan singkat ada salah seorang mahasiswa yang di drop out karena belum melunasi uang pendidikan. Siswanya cerdas, belum pernah melakukan pelanggaran dan memegang peringkat cumlaude di angkatannya.

Kaget, heran dan tak bisa dibayangkan, seorang mahasiswa cerdas, cumlaude kemudian berada di universitas yang ternama di Bandung harus mengalami nasib yang memprihatinkan terganjal oleh keuangan. secara sistem sebenarnya hal ini tidak boleh terjadi, beasiswa kalau kita liat banyak sekali di luaran, perguruan tinggi bisa menjadi keran yang efektif bagi penyaluran beasiswa tersebut. Seleksi bisa dilakukan dengan cara memilah memilih dan menentukan orang yang tepat untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Tentunya siswa dengan kemampuan lebih dibandingkan yang lain serta prtimbangan ekonomi.

Biaya perguruan tinggi memang sangat mahal, di tengah pemerintah menaikan anggaran pendidikan hingga 20% dari APBN biaya pendidikan memang cenderung meroket tajam. Bahkan bukan hanya tingkat perguruan tinggi, sekolah dasar menengah dan atas pun mengalami kenaikan. Hal ini menunjukan bahwa alokasi anggaran di atas hanyalah jargon politik semata. Dana yang digunakan belum benar-benar mencapai sasaran, atau boleh jadi malah tidak mencapai sasaran. Lalu kemana anggaran pemerintah yang begitu besar tadi?? Saya pun tidak mengetahuinya.

Salam SuksesBelajar