Kayu dipterocarpaceae mempunyai banyak aplikasi yang berbeda.  Misalnya, kelompok Apitong dari kayu Filipina terdiri dari 9 karakteristik spesies pohon genus dipterocarpus dan mengandung banyak struktur komersial kayu (Newman et al. 1996). Kayu keras dan berat diklasifikasikan sebagai penggunaan umum bahan. Dipterocarpus kerrii (nama dagang minyak), anggota dari kelompok ini mempunyai densitas 700-910 kg m-3 dan baik untuk kayu konstruksi tetapi membutuhkan perlakuan perlindungan jika digunakan di tempat terbuka di daerah tropis (Newman et al. 1996).

Kelompok Yakal terdiri dari 12 spesies dari genera hopea dan Shorea. Kayu kelompok ini digunakan untuk kelas tinggi pekerjaan konstruksi dan instalasi lainnya memerlukan kekuatan dan daya tahan. Dalam kelompok ini, Hopea plagata (densitas: 800–1,200 kg m-3)  dilaporkan dapat bertahan lama di bawah keadaan cuaca cerah, mencakup kontak dengan tanah dalam tropis basah (Lomibao 1973; Newman et al. 1996).

Kelompok mahoni terdiri dari 7-9 tradisinal spesies ekspor, yang meliputi spesies umum dari genera Shorea, Parashorea, dan Pentacme. Kelompok ini golongan pertama sebagai sumber log dan kayu ekspor terdiri dari kayu bulk dalam pasa domestik dan lapisan log untuk penggilingan kayu koposit. Kayu ini digunakan untuk furnitur dan lemari kaca karena warna dan motif yang cantik, bagian sampah dan residu kayu digunakan untuk pulp dan pembuatan kertas. Kelompok ini mempunyai densitas kayu yang rendah dan medium 400-590 kg m-3 dan mengandung spesies seperti Parashorea malaanoman (nama dagang: Bagtikan, White Lauan), Shorea almon (nama dagang: Meranti atau Mahoni merah) dan Shorea contorta (sinonim Pentacme contorta, nama dagang: White Lauan).

Daya tahan kayu menyajikan lignin dan ekstraktif lainnya (Gierlinger et al. 2004a). Lignin merupakan polifenol utama  komponen dalam kayu, mengandung 20-30% masa kering kayu (Boerjan et al. 2003). Lignin membuat sel tanaman menjadi kaku, penolak serangga dan resisten kimia. Lignin merupakan pertahanan utama dari patogen, serangga, predator, dan cahaya UV (Polle et al. 1997; Whetten et al. 1998). Kayu Trema orientalis, tumbuh cepat, spesies hardwood dalam negara tropis, mengandung 45-50% lignin (Jahan dan Mun 2007). Kandungan lignin di hutan Amazon Brazil sekitar 26–37% (Santana and Okino 2007).

Kandungan lignin dikuantifikasi melalui metode lignin klason. Lignin klason yang berbeda pada spesies dikarakterisasi melalui spektroskopi FTIR dan membandingkan respektif spektra kayu. Prinsip spektra FTIR yaitu analisis komponen dan unsur kimia utama seperti ekstraktif kayu, karbon, dan kandungan nitrogen.

Rismawati (G44080086), Suci Dwi Apriliana (G44080085), Rizki Amilia (G44080058), Widya Astuti (G44080060)