LIGNIN DEGRADATION IN WOOD-FEEDING INSECTS
Geib SM, Filley TR, Hatcher PG, Hoover K, Carlson JE, Maria del MJG, Nakagawa-Izumi, Sleighter RL, dan Ming Tien

Pembahasan oleh: Dwi Kresnoadi, Qisthya Octa, Wihdatul Sa’adah, dan Ahmad Alkadri

Lignin adalah polimer non-struktural alami yang dapat ditemukan pada setiap jenis kayu, berfungsi dalam mengikat selulosa dan memberikan bentuk serta kekuatan bagi kayu. Sebagaimana kita ketahui, terdapat spesies-spesies serangga di alam yang mengkonsumsi kayu sebagai bahan utamanya. Sebagian besar dari mereka diketahui mencerna selulosa secara spesifik guna memperoleh energi mereka. Namun, dalam degradasi lignoselulosa kayu yang mereka makan, berbeda dengan selulosa, lignin masih belum diketahui dengan jelas proses lanjutan yang menimpanya. Apakah dia mengalami degradasi sebagaimana selulosa, ataukah tidak? Jika ya, maka bagaimana proses degradasinya?

Untuk mengetahuinya, dilakukan analisis terhadap isi perut dua jenis serangga pemakan kayu, yaitu Anoplophora glabripennis, yang memakan kayu yang masih sehat, serta Zootermopsis angusticollis, yang memakan kayu yang sudah mati. Analisis dilakukan dengan menggunakan C-TMAH dan Kromatografi. Setelah itu, dilakukan pula tes DNA terhadap isi perut tersebut, untuk mencari kehadiran organisme lain yang mungkin bisa berkontribusi dalam pendegradasian lignoselulosa, dalam hal ini lignin. Dari hasil percobaan, diketahui bahwa lignin terdegradasi melalui proses oksidasi rantai samping, hidroksilasi, dan demetilasi oleh enzim-enzim yang disekresi oleh kompleks jamur yang terdapat di dalam perut serangga tersebut. C-TMAH membuktikan kehadiran tiga produk hasil degradasi lignin tersebut, begitu pula dari Kromatografi. Hal ini menunjukkan bahwa lignin benar-benar terdegradasi dalam perut serangga pemakan kayu.