Pertumbuhan jumlah penduduk yang sangat pesat di Indonesia mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan energi baik untuk industri, bahan bakar kendaraan bermotor maupun kebutuhan rumah tangga. Berada di daerah tropis, Indonesia memiliki sumberdaya alam yang melimpah didukung oleh bersinarnya matahari sepanjang tahun. Kelangkaan energi yang terjadi akhir-akhir ini menunjukan perlunya energi alternatif khususnya berasal dari energi biomassa..

Kayu merupakan biomass yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kini kayu tidak hanya digunakan untuk membuat perabot rumah tangga ataupun furniture namun penggunaanya telah lebih jauh menyangkut sifat kimia kayu sebagai sumber energi terbaharukan (renewable resources) sebagai biomass berlignoselulosa. Bahan berlignoselulosa sebagian besar terdiri dari campuran polimer karbohidrat (selulosa dan hemiselulosa), lignin, ekstraktif, dan abu.

Bambu adalah satu sember biomasa yang memiliki potensi sebagai sumber energi. Secara tradisional bambu telah banyak dipakai sebagai bahan bangunan daerah tropis maupun sub tropis. Secara luas penggunaan bambu digunakan untuk keperluan industri baik kertas, kayu lapis, kerajinan, kesenian dan bahan makanan. Pemanfaatan bambu sebagai bahan energi hanya sebatas pada proses pembakaran langsung, padahal apabila kita melihat penggunaanya di lapangan masih jarang dimanfaatkan lignoselusonya.

Pengembangan bioenergi seperti bioetanol dari biomassa sebagai sumber bahan baku yang dapat

diperbarui merupakan satu alternatif yang memiliki nilai positif dari aspek sosial dan lingkungan Etanol yang mempunyai rumus kimia C2H5OH adalah zat organik dalam kelompok alkohol dan banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Pada umumnya etanol diproduksi dengan cara fermentasi dengan bantuan mikroorganisme oleh karenanya sering disebut sebagai bioetanol.

Dengan penggunaan bioteknologi dimanfaatkan menjadi produk yang mempunyai nilai tambah (added value). Bambu yang termasuk biomassa mengandung lignoselulosa sangat dimungkinkan untuk dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif seperti bioetanol atau biogas. Dengan pemanfaatan sumber daya alam terbarukan dapat mengatasi krisis energi terutama sektor migas.