Ada beberapa pengertian hutan :

Hutan adalah suatu komunitas tumbuhan yang didominir oleh pohon-pohon atau tumbuhan berkayu lain tumbuh bersaa -sama dngan rapat.

Hutan adalah sebuah ekosistem yng dicirikan oleh penutupan pohon-pohon yang cukup rapat dan luas seringkali terdiri dari tegakan yang rapat dan beranekaragam sifat seperti komposisi jenis, struktur, tegakan kelas umur, dan proses yang berhubungan pada umumnya mencakup : padang rumput, sungai ikan dan satwa liar. dan mencakup pula bentuk khusus seperti hutan industri hutan milik non insdustri, hutan tanaman, hutan publik hutan lindung dan hutan kota.

Hutan adalah suatu kumpulan bidang -bidang lahan yang ditumbuhi (memiliki) atau akan ditumbuhi tumbuhan pohon dan dikelaola sebagai suatu kesatuan yang utuh untuk mencapai tujuan pemilik lahan berupa kayu atau hasil-hasil lain yang berhubungan (persamaan untuk hutan adalah : kesatuan kepemilikan, pengelolaan dan perencanaan).

Hutan adalah suatu ekosistem yang bercirikan liputan pohon yang cukup luas baik yang lebat maupun kurang lebat.

Hutan adalah seluruh lahan yang berhubungan dengan masyarakat tumbuhan yang didominir oleh pohon-pohon dari berbagai ukuran, dieksploitasi atau tidak dapat menghasilkan kayu atau hasil-hasil hutan lainnya dapat memberikan pengaruh terhadap iklim atau siklus air atau menyediakan perlindungan untuk ternak dan satwa liar.

Hutan adalah suatu bidang lahan yang tertutupi oleh pohon-pohon yang dapat membentuk keadaan iklim tegakan (iklim mikro) di dalam hutan termasuk bagian bidang lahan bekas tambangan melalui tebang habis di dalam wilayah hutan tetap pada tanah negara atau tanah milik yang setelah pemanenan (penebangan) terhadap tegakan hutan yang terdahulu dilakukan pembuatan dan pemeliharaan permudaan alam atau penghutanan kembali (permudaan buatan).

Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting. Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas.

Pohon sendiri adalah tumbuhan cukup tinggi dengan masa hidup bertahun-tahun. Jadi, tentu berbeda dengan sayur-sayuran atau padi-padian yang hidup semusim saja. Pohon juga berbeda karena secara mencolok memiliki sebatang pokok tegak berkayu yang cukup panjang dan bentuk tajuk (mahkota daun) yang jelas.

Macam-macam Hutan

Penggolongan menurut asal adalah

Hutan perawan (primer) merupakan hutan yang masih asli dan belum pernah dibuka oleh manusia. Hutan sekunder adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang atau kerusakan yang cukup luas. Akibatnya, pepohonan di hutan sekunder sering terlihat lebih pendek dan kecil. Namun jika dibiarkan tanpa gangguan untuk waktu yang panjang, kita akan sulit membedakan hutan sekunder dari hutan primer. Di bawah kondisi yang sesuai, hutan sekunder akan dapat pulih menjadi hutan primer setelah berusia ratusan tahun.

 Menurut cara permudaan (tumbuh kembali)

Hutan dapat dibedakan sebagai hutan dengan permudaan alami, permudaan buatan, dan permudaan campuran. Hutan dengan permudaan alami berarti bunga pohon diserbuk dan biji pohon tersebar bukan oleh manusia, melainkan oleh angin, air, atau hewan. Hutan dengan permudaan buatan berarti manusia sengaja menyerbukkan bunga serta menyebar biji untuk menumbuhkan kembali hutan. Hutan dengan permudaan campuran berarti campuran kedua jenis sebelumnya.

 Menurut susunan jenis

  • Berdasarkan susunan jenisnya, kita mengenal hutan sejenis dan hutan campuran. Hutan sejenis, atau hutan murni, memiliki pepohonan yang sebagian besar berasal dari satu jenis, walaupun ini tidak berarti hanya ada satu jenis itu. Hutan sejenis dapat tumbuh secara alami baik karena sifat iklim dan tanah yang sulit maupun karena jenis pohon tertentu lebih agresif. Misalnya, hutan tusam (pinus) di Aceh dan Kerinci terbentuk karena kebakaran hutan yang luas pernah terjadi dan hanya tusam jenis pohon yang bertahan hidup. Hutan sejenis dapat juga merupakan hutan buatan, yaitu hanya satu atau sedikit jenis pohon utama yang sengaja ditanam seperti itu oleh manusia, seperti dilakukan di lahan-lahan HTI (hutan tanaman industri).
  • Penggolongan lain berdasarkan pada susunan jenis adalah hutan daun jarum (konifer) dan hutan daun lebar. Hutan daun jarum (seperti hutan cemara) umumnya terdapat di daerah beriklim dingin, sedangkan hutan daun lebar (seperti hutan meranti) biasa ditemui di daerah tropis.

Menurut umur

Kita dapat membedakan hutan sebagai hutan seumur (kira-kira berumur sama) dan hutan tidak seumur. Hutan alam atau hutan permudaan alam biasanya merupakan hutan tidak seumur. Hutan tanaman boleh jadi hutan seumur atau hutan tidak seumur.

 Berdasarkan letak geografisnya:

  • hutan tropika, yakni hutan-hutan di daerah khatulistiwa
  • hutan temperate, hutan-hutan di daerah empat musim (antara garis lintang 23,5º – 66º).
  • hutan boreal, hutan-hutan di daerah lingkar kutub.

Berdasarkan sifat-sifat musimannya:

  • hutan hujan (rainforest), dengan banyak musim hujan.
  • hutan selalu hijau (evergreen forest)
  • hutan musim atau hutan gugur daun (deciduous forest)
  • hutan sabana (savannah forest), di tempat-tempat yang musim kemaraunya panjang. Dll.
  • hutan wisata

Berdasarkan ketinggian tempatnya:

  • hutan pantai (beach forest)
  • hutan dataran rendah (lowland forest)
  • hutan pegunungan bawah (sub-mountain forest)
  • hutan pegunungan atas (mountain forest)
  • hutan kabut (mist forest)
  • hutan elfin (alpine forest)

Berdasarkan keadaan tanahnya:

  • hutan rawa air-tawar atau hutan rawa (freshwater swamp-forest)
  • hutan rawa gambut (peat swamp-forest)
  • hutan rawa bakau, atau hutan bakau (mangrove forest)
  • hutan kerangas (heath forest)
  • hutan tanah kapur (limestone forest), dan lainnya

Berdasarkan jenis pohon yang dominan:

  • hutan jati (teak forest), misalnya di Jawa Timur.
  • hutan pinus (pine forest), di Aceh.
  • hutan dipterokarpa (dipterocarp forest), di Sumatra dan Kalimantan.
  • hutan ekaliptus (eucalyptus forest) di Nusa Tenggara. Dll.

Berdasarkan sifat-sifat pembuatannya:

  • hutan alam (natural forest)
  • hutan buatan (man-made forest), misalnya:
  • hutan rakyat (community forest)
  • hutan kota (urban forest)
  • hutan tanaman industri (timber estates atau timber plantation) Dll.

 Berdasarkan tujuan pengelolaannya:

  • hutan produksi, yang dikelola untuk menghasilkan kayu ataupun hasil hutan bukan kayu (non-timber forest product)
  • hutan lindung, dikelola untuk melindungi tanah dan tata air : Taman Nasional
  • hutan suaka alam, dikelola untuk melindungi kekayaan keanekaragaman hayati atau keindahan alam
  • hutan konversi, yakni hutan yang dicadangkan untuk penggunaan lain, dapat dikonversi untuk pengelolaan non-kehutanan.

 Jenis-jenis hutan di Indonesia

 Berdasarkan biogeografi

  • Kawasan Paparan Sunda (di bagian barat)
  • Kawasan Paparan Sahul (di bagian timur)
  • Kawasan Wallace / Laut Dalam (di bagian tengah)

 Berdasarkan iklim

  • Hutan gambut ada di daerah tipe iklim A atau B, yaitu di pantai timur Sumatera, sepanjang pantai dan sungai besar Kalimantan, dan sebagian besar pantai selatan Papua.
  • Hutan hujan tropis menempati daerah tipe iklim A dan B. Jenis hutan ini menutupi sebagian besar Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Di bagian barat Indonesia, lapisan tajuk tertinggi hutan dipenuhi famili Dipterocarpaceae (terutama genus Shorea, Dipterocarpus, Dryobalanops, dan Hopea). Lapisan tajuk di bawahnya ditempati oleh famili Lauraceae, Myristicaceae, Myrtaceae, dan Guttiferaceae. Di bagian timur, genus utamanya adalah Pometia, Instia, Palaquium, Parinari, Agathis, dan Kalappia.
  • Hutan muson tumbuh di daerah tipe iklim C atau D, yaitu di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, sebagian NTT, bagian tenggara Maluku, dan sebagian pantai selatan Irian Jaya. Spesies pohon di hutan ini seperti jati (Tectona grandis), walikukun (Actinophora fragrans), ekaliptus (Eucalyptus alba), cendana (Santalum album), dan kayuputih (Melaleuca leucadendron).

 Berdasarkan sifat tanahnya

  • Hutan pantai terdapat sepanjang pantai yang kering, berpasir, dan tidak landai, seperti di pantai selatan Jawa. Spesies pohonnya seperti ketapang (Terminalia catappa), waru (Hibiscus tiliaceus), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan pandan (Pandanus tectorius).
  • Hutan mangrove Indonesia mencapai 776.000 ha dan tersebar di sepanjang pantai utara Jawa, pantai timur Sumatera, sepanjang pantai Kalimantan, dan pantai selatan Papua. Jenis-jenis pohon utamanya berasal dari genus Avicennia, Sonneratia, dan Rhizopheria.
  • Hutan rawa terdapat di hampir semua pulau, terutama Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Spesies pohon rawa misalnya adalah nyatoh (Palaquium leiocarpum), kempas (Koompassia spp), dan ramin (Gonystylus spp).