525385_519737444728590_2042859374_n

Di sebuah hutan belantara ada seorang yang ingin menguji penghuni yang ada di dalamnya yang terdiri dari beberapa binatang penghuni hutan. Tanpa berfikir panjang orang tersebut bermaksud menguji kemampuan seluruh penghuni hutan demi mendapatkan binatang terbaik se-hutan belantara. Tahu apa yang diujikan orang tersebut ?? Memanjat pohon.
Alhasil monyet mendapatkan nilai yang paling tinggi diantara peserta lainnya, mengapa monyet mendapatkan nilai tertinggi ? ya, karena dalam hal memanjat pohon monyetlah ahlinya…
Bagi sebagian binatang yang lain memanjat bukan hanya diluar keahliannya, bahkan di luar bidangnya. mari kita mengambil salah satu contoh yaitu ikan yang hidupnya di dalam air,bagaimana bisa memanjangankan memanjat, keluar dari air dan bisa bertahan 10 menit rasanya butuh perjuangan dan hasil akhirnya sudah pasti mati, berarti ikan mendapatkan nilai yang terendah atau dengan kata lain ikan  tidak lulus.

Kita harus menyadari setiap anak dilahirkan dari orang tua yang secara genetika membawa sifat pewarisan berbeda, tumbuh di lingkungan yang berbeda, di asuh dengan pola yang berbeda, makan makanan dengan kandungan gizi yang berbeda.
Setiap anak unik……
Setiap anak memiliki kemampuan menguasai materi yang berbeda dengan temannya…tidak semua bisa bermain basket, berlari dengan cepat, membaca tumpukan buku, menulis cerpen berlembar-lembar atau dapat berhitung dengan cepat. Masing masing memiliki kecenderungan bakat yang berbeda.
Jadi tak adil rasanya menyuruh anak didik kita menguasai sepenuhnya semua mata pelajaran yang diberikan.. tugas kita hanya mendorong dan mendampinginya menemukan potensi terbesar dalam hidupnya.
Intinya adalah sebagai guru mari kita kenali dimana kelebihan anak didik kita, disanalah titik dimana kita kembangkan menjadi sebuah karya yang luar biasa.