Indole-3-acetic acid (IAA) adalah auksin utama pada banyak tanaman. Komponen yang disebut sebagai prekursor IAA dapat juga dikatan sebagai aktifitas auksin (indoleacetaldehyde). Beberapa tanaman memiliki komponen lain yang memiliki aktifitas auksin yang lemah (phenylacetic acid). IAA juga dapat hadir pada berbagai macam konjugasinya seperti indoleacetyl aspartate. 4-chloro-IAA juga dilaporkan pada beberapa spesies namun keberadaannya belum jelas apakah memiliki aktifitas sebagai auksin endogen. Beberapa senyawa auksin telah disintesis sebagai bahan kimia komersial.

Bentuk Kimia

Auksin alami adalah IAA, 4-Cl-IAA dan PAA sedangkan auksin sintetik adalah 2,4-D, NAA dan 2,4,5-T. Auksin sebagian besar dalam betuk asam konjugat yaitu ester (1-O-IAA-Gluc, IAA-Inos) dan amida (IAA-aspartat). Masing-masing konjugat tersebut memiliki tingkat hidrolisis yang berbeda dan lifofilitas dapat digunakan untuk mentargetkan IAA ke jaringan atau organel pada kecepatan tertentu ke lokasi tertentu yang diinginkan dan menghindari reaksi peroksidatif.

 Lokasi biosintesis

IAA disintesis dari triptopan atau indole, khususnya terdapat pada primordia daun, daun muda serta benih yang sedang berkembang.

Transport

IAA berpindah dari sel ke sel khususnya pada kambium vaskuler dan procambial strand tapi kemungkinan juga terdapat pada sel epidermis. Transport ke akar juga mengikuti floem. Transformasi metabolik yang menentukan jumlah IAA bisa ditentukan melalui sintesis de novo dari triptofan atau non triptopan, hidrolisis konjugat ester atau amida dan transport. Keluaran dari proses metabolisme di atas dapat berupa oksidase katabolik, sintesis konjugat ester maupun amida, transport dan penggunaan IAA selama proses pertumbuhan. Salah satu contoh sintesis de novo adalah sintesis cincin indol heterosiklik dari prekursor aromatik.

Efek

  1. Pembesaran sel
  2. Pembelahan sel
  3. Differensiasi jaringan pembuluh
  4. Inisiasi akar
  5. Respon terhadap cahaya (tropisme)
  6. Dominansi apikal
  7. Senescene daun
  8. Absisi daun dan buah, auksin dapat mencegah atau mengeluarkan etile pada daun dan buah bergantung pada waktu dan posisi.
  9. Pertumbuhan dan pembentukan buah
  10. Memisahkan proses asimilasi
  11. Pematangan buah
  12. Pembungaan
  13. Pertumbuhan bagian bunga
  14. Menginduksi organ betina pada bunga dioceous