Jasmonat (Metil jasmonat (MeJA), asam jasmonat (JA) dan turunannya) merupakan regulator seluler yang terlibat pada berbagai macam proses perkembangan tanaman seperti menghambat perkecambahan benih, pertumbuhan kalus, pertumbuhan akar, fotosintesis dan biosintesis ribolosebisphospate carboxilase. Selain itu jasmonat mendorong pembentukan umbi, penggulungan tendril, pembentukan pigmen, fertilitas, pemasakan buah (fruit ripening) dan senesen. Konsentrasi jasmonat pada tanaman berkisar antara 10 ng s.d 3µg per bobot segar jaringan tanaman. Terhambatnya pertumbuhan tanaman diduga terjadi karena konsentrasi jasmonate yang diaplikasikan cukup tinggi sehingga yang muncul adalah respon stress. Selain itu jasmonat berperan dalam pertahanan tanaman terhadap serangga (induksi protease inhibitor), patogen (enzim phenyialaninamonialyase, calcone syntase berkaitan dengan biosintesis fitoaleksin dalam respon terhadap patogen dan elisitor terhadap serangga), stress lingkungan, seperti kekeringan, suhu rendah, dan salinitas.

Biosintesis jasmonat terjadi pada daun dan jalur yang sama ditemukan pada akar. Organel seperti kloroplas dan peroksisom adalah lokasi disintesisnya hormon tersebut. JA lebih banyak ditemukan dalam analisis tanaman namun MeJA biasanya lebih aktif bila dibandingkan dengan JA jika diaplikasikan secara eksogen.MeJA banyak ditemukan pada daerah pembuluh dan pericarp kedelai. MeJA merupakan senyawa ester, volatil, dan mudah larut dalam lemak, minyak, lipid dan pelarut non polar (lipofilik). Oleh karena itu MeJA memiliki aroma yang khas contohnya pada jasmine (melati) dan buah-buahan dan banyak yang sudah dibuat sebagai parfum sintetis.

Jasmonat dapat meningkatkan ekspresi gen yang terlibat dalam ketahanan tanaman. Secara umum jasmonat terdapat pada kurang lebih 160 jenis pada angiospermae dan gymnospermae. Induksi JA melalui pelukaan dan patogen dapat mendorong diproduksinya asam lemak melalui hancurnya membran sel yang mana JA diproduksi melalui aktivitas lipoxigenase (LOX3) yang memediasi oksigenasi dari alfa linolenic acid membentuk cyclopentanone sehingga meningkatkan produksi jasmonat yang menyebabkan terjadinya penguatan signal sehingga merangsang mekanisme ketahanan secara lebih efektif. Enzim ini berhasil diidentifikasi pada kloroplas.

Allene Oxide Syntase (AOS) adalah enzim yang terlibat dalam biosintesis JA, dibuktikan dengan adanya hubungan yang erat antara AOS dengan kandungan JA selama proses pelukaan pada tanaman arabidopsis. Ekspresi gen AOS pada tomat diaktivasi melalui pelukaan, penambahan 12-oxophytodienoic acid dan MeJA. Phospolinase D (PLD) menunjukan aktivitasnya yang turut mendorong terbentuknya asam linoleat dan menstimulasi biosintesis JA.

Studi jasmonat dalam respon terhadap ketahanan telah dilakukan pada tanaman mutan coil1 pada arabidopsis yang lebih rentan terhadap patogen cendawan dan bakteri penyebab busuk lunak. Bahkan mutan jar1 (insensitif terhadap asam jasmonat) dan fad13, fad7, fad 8 defisien linolenic aci yang diperlukan dalam biosintesis JA) rentan terhadap bakteri non patogen dan hama serangga.

Aktivitas PLD berhubungan dengan terjadinya stress yang mana berperan dalam penghancuran membran sinyal transduksi. Perlakuan jasmonat secara eksogen telah banyak dilakukan untuk mengurangi efek antioksidan, dan fotosintesis. Selain itu penambahan jasmonat pada tanaman yang diberikan perlakuan salinitas yang cukup tinggi menyebabkan keseimbangan hormon endogen seperti ABA.

Beberapa gen yang terinduksi karena keberadaan jasmonat seperti gen protein seed storage tidak berperan dalam ketahanan tanaman, melainkan signal penting dalam mengontrol ekspresi gen selama pertumbuhan. Bahkan gen yang terinduksi karena pelukaan bisa saja tidak teribat dalam ketahanan tanaman namun hanya membantu perubahan metabolisme tanaman dalam kondisi stress. Umumnya konsentrasi jasmonat pada tanaman berkisar antara 10-50 ng/g bobot basah jaringan tanaman, konsentrasi yang cukup untuk mempengaruhi fisiologi tanaman.

Peningkatan JA endogen karena proses elisitasi meningkatkan sintesis metabolit sekunder tertentu. Alkaloid dalam kultur sel dapat meningkat setelah terjadi elisitasi oleh ragi (yeast). Sebagian besar gen pengkode enzim untuk biosintesis nikotin faktor transkripsinya diregulasi oleh JA. Selain itu antosianin, glukosinolat dan morfin mampu terakumulasi karena adanya pengaruh dari JA.