Liburan hari raya Iedul Fitri tahun ini saya memanfaatkannya dengan mudik lebaran ke kampung halaman. Karena orang tua istri saya tinggal di Cirebon maka rute mudik lebaran kali ini mengambil rute Bogor-Cirebon-Kuningan. Berusaha untuk bersikap adil dengan jatah liburan yang cukup singkat tahun ini, saya sangat beruntung mendapatkan istri yang jarak rumah antara orang tua kami tidak begitu jauh cukup satu jam saja bila menggunakan kendaraan umum. Liburan kali ini bertepatan dengan mulai berbunganya mangga di depan rumah di Cirebon, walaupun belum serempak berbuah namun ada beberapa pohon mangga yang sudah mulai berbuah, rasanya manis asam, lezat sekali.

Mangga bagi orang sunda adalah bagian dari bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang artinya “silahkan” (silahkan duduk : mangga calik, silahkan masuk : mangga lebet), sedangkan buah mangga sendiri sering disebut dengan istilah “buah”. Jadi apabila orang dari suku sunda ditanya apakah nama lokal buah mangga jawabannya adalah “buah”.

IMG_0460
Bunga tanaman mangga sangat indah terlihat beberapa telah mengalami pembuahan dan perkembangan buah.
IMG_0472
perkembangan buah mangga, dengan peningkatan bobot buah yang signifikan tangkai buah mangga sanggup menahan dengan kuat.

Mangga bukan tanaman asli  Indonesia, namun demikian masyarakat sudah menganggap mangga sebagai salah satu tanaman buah-buahan asli Indonesia, bahkan secara nasional produksi mangga tercatat menduduki peringkat ke-2 dari total produksi mangga nasional. Di Indonesia  mangga tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah yang berhawa panas. Daerah penyebaran tanaman mangga paling luas di dunia adalah Asia Tenggara, yakni mencakup Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

Mangga Indonesia diduga berasal dari India yang dibawa oleh pedagang melalui selat malaka. Penyebaran mangga hampir merata nama lokalnya pun bermacam-macam di setiap daerah pao (Madura,  palem (Jawa Tengah dan Jawa Timur) mangga,buah (Jawa Barat), mamplam (Aceh), ampelm (Bali), maga (Nias), empelam (Banjarmasin),  pao, taipa (Sulawesi selatan),  kawiley (minahasa),  mampalang (Maluku) dan manilya, pager, piberekari (Papua). Di Indonesia pada mulanya tanaman mangga terkonsentrasi di pulau Jawa. Tidak semua pohon mangga yang tumbuh di kepulauan Indonesia memberikan hasil yang baik, akan tetapi yang bisa tumbuh baik hanya di beberapa daerah saja, misalnya pulau Jawa dan Madura.

Potensi genetik mangga di Indonesia cukup menjanjikan, kurang lebih terdapat 292 kultivar mangga yang telah ada. Potensi plasma nutfah yang begitu besar merupakan anugerah bagi pemulia tanaman. Dengan persilangan mangga -mangga yang memiliki karakter yang unggul baik rasa dan aroma, kegenjahan, jumlah produksi maupun ketahanan terhadap hama penyakit diharapkan akan mampu menjawab tantangan pasar dunia. Bayangkan saja produksi mangga kita pertahun saja mampu mencapai 2 juta ton (peringkat ke lima dunia) namun sayang belum mapu menjadi pengekspor terbesar bahkan tidak masuk 10 negara pengekspor mangga. Ada dua kemungkinan, pertama kualitas mangga Indonesia belum mampu bersaing di tingkat global, kedua oran Indonesia sangat menyukai mangga sehingga jangankan untuk ekspor ke luar negeri untuk konsumsi dalam negeri saja kita kewalahan. Wallahu’alam

Salam SuksesBelajar.