Penyait-penyakit yang telah ditemukan pada tanaman padi terutama yang disebabkan oleh jamur sangatlah beragam diantaranya adalah penyakit bercak coklat (Dreschelera oryzae), blast (Pyricularia orizae), hawar upih daun (Rhizoctonia solani), busuk batang (Sclerotium oryzae) dan bakanae (Fusarium moniliforme). Dari ke empat nama penyakit tersebut yang  menarik perhatian saya adalah bakanae, terdengar seperti manu masakan jepang bakanae menjelma menjadi salah satu penyakit yang ditakuti oleh petani.

Bakanae sebenarnya salah satu penyakit yang telah diketahui sejak lama karena menyerang tanaman padi di wilayah Asia, dan tersebar dalam wilayah kecil di Amerika Serikat  tepatnya di California. Perbedaan dampak pada kedua tempat tersebut adalah apabila di California penyakit ini hanya merupakan gangguan kecil saja, di asia wabah ini menyerang tanaman padi hingga petani kehilangan sekitar 70% produktivitas tanaman pertanian.

Tanaman padi yang terserang wabah bakanae memiliki tinggi yang melebihi ukuran tinggi padi normal
Tanaman padi yang terserang wabah bakanae memiliki tinggi yang melebihi ukuran tinggi padi normal

Bakanae disebabkan oleh cendawan Fusarium moniliforme Sheld, termasuk ke dalam ascomycetes, Gibberella fujikuroi Saw. Bakanae secara umum menyerang penyakit sejak tahapan bibit, itu dapat diamati pada saat awal pertumbuhan. Gejala awal dari bakanae dapat diketahui dengan jelas setalah satu bulan setelah masa tanam. Tanaman padi yang terkena wabah bakanae memiliki tinggi tanaman melebihi tanaman normal, warna daun hijau kekuningan dan memucat, dan ukuran akar yang lebih besar. Tinggi tanaman yang melebihi tanaman normal diduga karena meningkatnya giberelin yang diproduksi oleh tanaman, sedangkan perubahan warna menjadi hijau kekuningan kemungkinan besar karena bertambahnya asam fusarik dalam jaringan tanaman.

Bakanae 2
Perbedaan tanaman padi normal dengan tanaman yang terserang bakanae, hijau (normal) hijau kekuningan (terserang)
Bakanae 7
Hifa jamur terlihat pada tanaman yang terserang wabah bakanae.