Tahukan anda sejak tahun 2002 Indonesia ditetapkan oleh World Conservation Monitoring Centre sebuah lembaga bentukan perserikatan bangsa-bangsa (PBB) sebagai salah satu negara megadiversitas, yakni negara-negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Indonesia berkumpul bersama 17 negara lainnya diantaranya adalah negara Brazil, Republik Rakyat Tiongkok, India, Malaysia, dan Afrika Selatan.

Hutan Indonesia memiliki keragaman tumbuhan yang hanya bisa disamai oleh daerah sekitar sungai Amazon, Brazil. Lebih dari 25,000 spesies tumbuhan berbunga dapat kita temukan di negara ini, khususnya 2000 spesies tanaman anggrek yang hanya bisa kita temui di pulau Kalimantan, belum ditambah dengan pulau lainya. Hal itu berarti sebanyak ±12% populasi tumbuhan dunia dapat kita dijumpai di Indonesia.

Mengapa bisa demikian ?

Pertama, Indonesia berada di sekitar garis ekuator yaitu berada diantara 23,5°LS dan 23,5°LU dengan matahari sepanjang tahun. Karakter tumbuhan di Indonesia pun hijau sepanjang tahun (evergreen). Daerah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi bila dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub), dicirikan dengan banyaknya ekosistem unik yaitu ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem savanna, dan lain-lain.

Kedua, tumbuhan di Indonesia merupakan bagian dari geografi tumbuhan Indo-Malaya (bagian barat) dan Flora austrialis (bagian timur). Flora Inod-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora Malesiana. Hutan di daerah flora Malesiana memiliki ±248.000 species tumbuhan tinggi, yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae seperti pohon Keruing (Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu ramin (Gonystylus bancanus), dan Kayu kapur (Drybalanops aromatica). Flora autrialis di Indonesia bagian timur, tipe hutannya berbeda, mulai dari Sulawesi sampai Papua terdapat hutan Non-Dipterocarpaceae. Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang, diantaranya beringin (Ficus sp), dan matoa (Pometia pinnata).

Sembari menikmati keanekaragaman plasma nutfah Indonesia mari kita simak ayat Suci Alqur’an di bawah ini :

20;53

Yang Telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang Telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. (20:53)

Pada ayat terakhir disebutkan bahwa “Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam”. Tumbuhnya berbagai jenis tumbuhan yang bermacam-macam tersebut erat kaitannya dengan air, khususnya air hujan. (Baca tulisan saya sebelumnya : hujan, Siklus air hujan, dan Penghujan, musim yang ditunggu) Keterangan yang menyebutkan bahwa tumbuhan itu berjenis-jenis dan bermacam macam menunjukan adanya perbedaan “jenis” dan perbedaan “macam”. Artinya dalam dunia tumbuhan itu terdapat berbagai jenis dan setiap jenis tersebut terdiri dari berbagai macam perbedaan sifat. Informasi ini merupakan dasar-dasar dari ilmu klasifikasti tumbuhan.

Berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan manusia telah mampu mengelompokan golongan tumbuhan. Namun bukan berarti setelah penggolongan tumbuhan-tumbuhan tersebut semuanya telah habis, masih banyak tumbuhan-tumbuhan lain yang belum masuk ke dalam penggolongan yang dibuat oleh manusia. Setiap kali diadakan eksplorasi tumbuhan ke hutan-hutan, selalu ditemukan spesies baru atau bahkan ditemukan spesies yang dapat merevisi spesies sebelumnya. Bahkan ahli genetika dan taksonomi tumbuhan pun tidak berani mencantumkan angka pasti terkait berapa jenis dan macam tumbuhan yang ada di bumi, kebanyakan mereka menentukan berdasarkan kisaran angka tertenyu yang merupakan nilai taksiran. 26.7 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?(26:7)

Dalam ayat di atas Allah SWT mengingatkan manusia akan kebesaran, kekuasaan dan kekuatan qudrat iradatNya. Untuk mengetahui kebesaran dan kekuasaanNya Allah SWT memerintahkan kita untuk memperhatikan bumi dengan bermacam-macam tumbuhan yang tumbuh di permukaannya. Kata “memperhatikan”tentunya tidak cukup hanya dengan melihat saja namun termasuk mempelajarinya. Kalau kita diberikan tugas untuk mempelajari itu semua tentunya itu merupakan tugas yang teramat berat. Walau telah dipelajari dari generasi ke generasi namun saya melihat tidak akan pernah ada habisnya. Dunia tumbuhan merupakan salah satu lautan ilmu yang sangat luas dan hanya dikuasai oleh Allah SWT. Kalau kita perhatikan dengan cara seksama, maka kita akan semakin mengagumi akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Wallahu’alam