Tanaman pepaya yang kami tanam di depan rumah merupakan tanaman yang bijinya kami kecambahkan sendiri. Selain berfungsi untuk mencukupi kebutuhan buah bagi keluarga, pohon pepaya ini menambah keindahan tersendiri bagi taman halaman depan rumah kami. Berawal dari pembelian buah pepaya Calina/IPB-9 (di pasaran sering disebut sebagai pepaya California), kami sangat jatuh cinta dengan pepaya jenis ini, buahnya berkulit tebal dan permukaannya rata, dagingnya kenyal, tebal, dan manis rasanya. Barakallah untuk almarhum Profesor Sriani Sujiprihati yang telah mendedikasikan diri sehingga varietas pepaya ini bisa kami nikmati. Semoga menjadi amal kebaikan Amiin.

Setelah tanaman ini tumbuh dan berbuah selidik-punya selidik setelah meminta pandangan dari rekan peneliti Balitbu (Balai Penelitian Tanaman Buah) Solok Padang, Ibu Tri Budiyanti ternyata pepaya ini telah mengalami persilangan antara dua tetua yakni Calina dengan pepaya lokal.

970109_499585073479589_1642243504_nSampai saat ini perbanyakan tanaman pepaya memang lebih banyak dilakukan secara generatif, yaitu dengan menyemaikan biji dari buah yang sudah masak. Perbanyakan tanaman pepaya secara vegetatif masih sulit dilaksanakan, kalaupun bisa yaitu dengan cara mencangkok batang, dan kultur jaringan namun akan tidak efisien untuk penyediaan bibit dalam jumlah besar. Satu-satunya cara yang paling mudah dilakukan memang dengan menggunakan biji, karena dari satu buah pepaya saja kita bisa diperoleh biji dalam jumlah yang cukup banyak. Biji tersebut dapat langsung di tanam di kebun atau dapat di semaikan terlebih dulu. Bila ingin menunda untuk menanam kita bisa menyimpannya dalam bentuk kering. Yang patut diperhatikan adalah perkecambahan benih pepaya sangat dipengaruhi oleh cahaya, suhu dan kelembaban.

Proses perkecambahan dan penyemaian dapat dimulai dengan merendam biji pepaya dengan air hangat kuku kemudian dibiarkan selama satu malam. Biji yang digunakan adalah biji yang tenggelam di dalam air, selanjutnya dicuci dan ditiriskan. ditempatkan pada polibag yang berisi campuran tanah dengan pupuk kompos (1:1). Dari sekian biji yang telah ditanam (saya tidak menghitng jumlah biji awal) terdapat lebih dari 10 bibit yang tumbuh dengan baik yang kemudian beberapa saya tanam di depan rumah. Berbeda dengan pepaya yang biasa ditanam warga lainnya pepaya kami tidak terlalu tinggi dan ukuran buah yang cukup besar. Dan yang paling membuat kami senang adalah rasa buah pepaya kami sama manisnya dengan buah pepaya indukannya.

10275920_528921523879277_726478655613260347_n
Biji pepaya yang telah berkecambah

Kejadian yang mengagetkan terjadi ketika tanaman pepaya yang kami tanam tumbang di pagi hari. Akibat angin yang cukup besar saat hujan semalaman menyebabkan tanaman yang biasanya berdiri kokoh di depan rumah kami tumbang. Saya sangat menyesalkan kejadian tersebut, tapi apa mau dikata karena terkena serangan busuk batang, tanaman yang kokoh tersebut tidak dapat mempertahankan posisi tegaknya.

IMG_2708
Robohnya pohon pepaya kami
IMG_2718
Busuk batang menyebabkan tanaman ini tak mampu berdiri dengan kokoh.

Setelah kejadian ini saya baru ingat kejadian yang baru ini terjadi, tumbangnya pohon damar yang menewaskan 6 orang pengunjung di Kebun Raya Bogor. Bila kita lihat batang luarnya memang tidak terdeteksi kerusakan apapun, namun ternyata berbeda dengan kondisi batang bagian dalam. Serangan rayap telah menyerang kayu bagian dalam sehingga terjadi lubang di bagian dalam batang, hal itu yang menyebabkan kita seolah-olah melihat pohon tersebut masih sehat.

Ada beberapa pohon seperti pohon jati yang kekuatan kayunya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia pohon, karena pohon jati tersebut mampu mensintesis metabolit sekunder seperi tectoquinon yang mampu mencegah serangan hama dan penyakit pada pohon secara alami. Namun tidak semua pohon mampu menghasilkan metabolisme sekunder yang memiliki kemampuan mencegah serangan hama dan penyakit, sehingga kemungkinan untuk terserang hama pun cukup besar.

20150112antarafoto-pohon-tumbang-makan-korban-jaf-110115-2
Pohon damar yang tumbang di Kebun Raya Bogor Sumber foto : antara.com

Pemeliharaan dan pengecekan pohon oleh petugas menjadi salah satu hal yang penting bagi terjaminnya keselamatan pengunjung Kebun Raya Bogor. Ribuan orang setiap bulannya baik dari dalam maupun luar negeri dengan senang hati mengunjugi Kebun Raya kebanggan Indonesia ini, baik untuk kepentingan wisata, edukasi maupun penelitian.

Sebenarnya IPB telah memiliki alat sonic tomography yang mampu mendeteksi pohon tua yang keropos atau terserang penyakit sehingga pencegahan secara dini akan mampu mengurangi resiko atas kejadian yang sama.Harga alat ini sekitar 250 juta, sangat murah bila dibandingkan dengan nilai keselamatan yang kelak akan kita terima. Pemerintah kota Bogor pun saya harapkan tidak berhenti hanya sampai pada pohon di kawasan Kebun Raya, pohon-pohon yang berada di pinggir jalan pun saya kira memiliki kondisi dan potensi bahaya yang sama.

images
Sonic Tomography. Sumber gambar : http://www.mooretrees.com

Semoga kita bisa melihat hal ini dari sisi yang jauh lebih kengkap bukan hanya dari faktor alam seperti penyebab pohon tumbang ini karena angin, hujan, serangan hama dan penyakit ataupun yang lainnya. Mari kita renungkan akan datangnya ajal. Siapa, kapan, dimana, karena apa kematian itu datang tidak akan pernah diketahui, tidak akan pernah ditunda ataupun dipercepat kedatangannya. Mari kita mempersiapkan diri.. dengan amal kebaikan🙂

Wallahu’alam