Pemandangan oke

Seorang anak tidaklah terlahir kedunia melainkan sebagai sebuah amanah dari Allah SWT bagi kita sebagai orang tua. Anak-anak kita bagaikan kertas putih yang bersih dan polos, tanpa coretan dan goresan apapun. Kertas itu siap untuk kita tuliskan dan akan cenderung kepada apa saja yang mempengaruhinya. Jika ia dibiasakan berprilaku baik dan diajari hal-hal yang baik maka tentunya ia akan menjadi anak yang shaleh. Kebahagian dunia dan akhirat bagi kita semua sebagai orang tua apabila mendapatkan anak yang shaleh. Sebaliknya apabila ia dibiasakan berbuat hal-hal yang buruk atau kita biarkan begitu saja maka ia akan tumbuh menjadi anak yang kurang berakhlak dan menjadi sumber kesedihan bagi kedua orang tuanya.

Wilayah terpenting yang amat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak adalah rumah dan lingkungannya. Rumah ibarat benteng yang sangat kokoh bagi seorang anak dalam menerima serangan pengaruh buruk dari lingkungan luar. Benteng yang kokoh bagi jiwa-anak kita yang masih bersih dan suci. Dan di dalam rumah kedua orang tuanyalah lingkungan pertama yang diperolehnya dan yang sangat berpengaruh terhadap akhlaknya. Bukankah Rasulullah SAW pun bersabda :

“setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi atau Nasrani atau Majusi.”

Masa ketika anak bersama keluarga adalah masa-masa keemasan yang tidak boleh kita sia-siakan. Pendidikan adalah hak anak dan kewajiban orang tua bukan hibah atau hadiah yang turun dari langit begitu saja. Tanggung jawab kita terhadap buah hati tersayang bukanlah hanya makanan yang baik dan halal, pakaian bersih dan layak atau tempat tinggal yang nyaman dan luas saja….

Tanggung jawab terbesar adalah memberikan pendidikan terbaik bagi mereka dan meyelamatkan dari Azab Allah SWT sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Tahrim (6) :

Slide1

Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Berhubungan dengan ayat di atas Ali bin Abi Thalib Ra mengambil sebuah kesimpulan yakni Ajarilah dirimu dan keluargamu dengan kebaikan. Kita memiliki amanah yang besar untuk selalu menjaga diri kita dan keluarga kita termasuk anak kita terhadap nilai-nilai kebajikan. Dan itu adalah amanah.

Rasulullah SAW bersabda :” kamu semua adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang apa yang dipimpinya Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan anak-anaknya. Dan ia akan ditanya tentang mereka…ketahuilah kamu semua adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang apa yang dipimpinya..

Mari kita jaga amanah ini!!

Allah SWT menjanjikan pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang senantiasa memelihara amanah yang menjadi tanggungannya yakni surga firdaus..🙂

Slide2

Artinga : Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulya) dan janjinya. Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.

Tugas dan tanggung jawab sebagai orang tua memang tidak ringan dan tidak pula semudah membalikan telapak tangan. Halangan dan rintangan mungkin saja akan kita hadapi di tengah perjalanan kita nanti. Semoga keikhlasan selalu menyertai kita dalam mengemban amanah ini. Karena seberat apapun tugas dan tanggung jawab ini bila dilakukan dengan ikhlas maka tentunya tugas ini menjadi lebih ringan. Lebih dari itu keikhlasan hati membuat jerih payah kita selama ini bernilai pahala di sisi Allah SWT. Semoga Allah mudahkan perjuangan kita dalam mengemban amanah ini.

Wallahu’alam.