IST3 Biofarmaka IPB

The Third International Symposium on Temulawak and Potential Plants for Jamu atau IST3 telah dilaksanakan pada hari Rabu -Kamis, 02-03 September 2015 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. Menghadirkan banyak pembicara yang berkompeten dalam bidang pengembangan tanaman obat dunia, diantaranya Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Riset dan Pendidikan tinggi, Prof Tohru Mitsunaga, Prof William Volk, Prof. Nyoman Kertia, Prof Jaya Suprana, Prof. Wei Zhang, Prof. Ken Tanaka, Prof. Yaya Rukayadi dan Prof. latifah K. Darusman.Selain itu dilaksanakan pula kegiatan presentasi oral dan poster yang dilaksanakan pada sesi yang lain. Alhamdulillah pada kesempatan tersebut saya diberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil penelitian saya melalui presentasi oral.

IMG_7531
Prof Yaya Rukayadi
IMG_7541
Prof Ken Tanaka
IMG_7525
Prof. Nyoman Kertia

Simposium tersebut merupakan serangkaian acara HUT Biofarmaka ke-17 yang juga menyelenggarakan event lain seperti Workshop Kemometrik dan Metabolomik dalam Pengembangan Jamu, Festifal jamu, Lomba penulisan artikel di blog, Lomba penulisan Artikel Jamu untuk koran atau majalah ilmiah. Salah satu blogger yang hadir dalam pengumuman pemenang adalah Mba Evrina sebagai peraih juara 3 lomba penulisan artikel jamu di blog.

f (2)
Pembagian Hadiah Pemenang Lomba Menulis Artikel Jamu di Blog

Sebagai negara dengan keanekaragaman yang tinggi (sekitar 30.000 jenis tanaman tropis dunia hidup di Indonesia dan 7.000 diantaranya berkhasiat obat). Jamu sebagai warisan budaya bangsa Indonesia yang dalam pengembangannya perlu dilakukan dengan sistem berkelanjutan. Mulai dari hulu (aspek budidaya) maupun hilir (pengolahan dan pemasaran) pengembangan jamu harus dilakukan dengan cara yang tepat yakni cara Indonesia.

Dari hasil presentasi baik pembicara maupun peserta seminar terdapat banyak potensi baik segi budidaya maupun teknologi terapan pengembangan jamu berbahan tanaman obat. Artinya dari segi teknologi maupun ilmu pengetahuan sesungguhnya kita sudah sangat siap menghadapi persaingan dengan negara-negara penghasil bahan alam lainnya. Saya turut berbangga hati, karena tulisan saya diberikan kesempatan untuk dipresentasikan secara oral.

gen

Yang menjadi permasalahan adalah seberapa besar keberpihakan kita terhadap produk jamu. Dari sejumlah rumah sakit yang ada di indonesia, berapa rumah sakit yang sudah berani menuliskan resep produk jamu kepada pasiennya? Saintifikasi jamu mutlak diperlukan dalam mendorong prodak jamu mendapatkan hati di tengah masyarakat kita. Produk jamu harus bisa dipastikan kehalalannya, keamanan produknya, dan tentunya khasiatnya. Itulah yang harus terus dikembangkan untuk mempercepat tingkat penerimaan jamu oleh masyarakat.

Oh iya, ikon temulawak yang sengaja diusung dalam kegiatan tersebut terinspirasi atas usaha korea dalam mengangkat Gingseng sebagai ikon kesehatan negeri tersebut, bahkan sebagian masyarakat dunia menjuluki korea dengan nama negeri ginseng. Temulawak memang cocok menjadi ikon jamu di Indonesiaseiring dengan berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan temulawak kian menjadi perhatian masyarakat. tanpa harus diuji secara klinik temulawak sebenarnya sudah menjadi minuman turun temurun yang dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran dan stamina. Acara ini seolah-olah membawa semangat baru dalam menjadikan jamu sebagai tuan di negeri sendiri (Jaya Suprana 2015).

fr-001
Jaya Suprana sesaat sebelum meninggalkan acara
Advertisements

2 thoughts on “IST3 Biofarmaka IPB

  1. Dirimu keren sekali Mas. Dulu saya bercita-cita menjadi peneliti tapi nasib membawa saya ke bidang pekerjaan yang lain :haha. Iya, padahal negeri kita juga sangat kaya akan tanaman obat berkhasiat tapi sekarang malah terpinggirkan karena ada sebagian orang yang mengidentikkan obat tradisional dengan klenik dan keterbelakangan. Padahal negeri lain sibuk menggali potensi hayati negerinya untuk bisa menjadi alternatif dan melestarikan budaya juga, misalnya Tiongkok yang berhasil dengan obat Cina-nya.

    Like

    1. terima kasih mas.. alhamdulillah ada kesempatan yang diberikan.. Tetap pelihara cita-cita itu mas, bisa jadi ada jalan lain yang telah disiapkan 🙂 Betul mas..penggunaan obat kimia berlebihan akan merugikan kesehatan.. oleh karena itu mari kita mulai menggunakan ramuan tradisional untuk memelihara kesehatan dan kebugaran. Mencegah lebih baik daripada mengobati 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s