Genus Curcuma merupkan anggota famili zingiberaceae yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Asia, khususnya Indonesia. Tanaman ini tersebar secara alami mulai dari Asia Selatan, Asia tnggara, Asia Timur hingga Australia. Di Indonesia, tanaman ini lebih dikenal dengan sebutan tanaman temu-temuan atau empon empon. Sebagai contoh tanaman genus Curcuma adalah kunyit, temu lawak, temu ireng, temu mangga, temu kunci dan lain-lain.  berasal dari bahasa Arab yaitu “Kurkum” yang berarti berwarna kuning. Penggunaan kata Curcuma untuk pertama kali digunakan oleh oleh Linnaeus dalam bukunya yang berjudul Species Plantarum. Anggota genus Curcuma dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional, rempah, tanaman hias, industri kosmetik dan farmasi.

Tanaman genus Curcuma memiliki habitus berbatang semu, bentuk daun lanceolate, dan memiliki rimpang yang berkembang di bawah permukaan tanah. Tanaman genus ini berbunga setelah 6 hingga 8 bulan setelah tanam, namun beberapa penelitian menunjukan bunga tanaman genus Curcuma  seringkali mengalami gagal berbiji karena disebabkan oleh sterilnya putik atau benang sari. Karena keindahan bunganya beberapa species tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai bunga potong.

Temu Hitam Pictures from jurnal