Category Archives: Pertanian

Pemuliaan Tanaman : Studi kasus Budidaya Tanaman Ubi Kayu di Indonesia (2)

Ubi Kayu Di Indonesia

Pada tulisan saya sebelumnya kita mulai mengenal perkembangan ubi kayu di negeri asalnya Brazil, sekarang bagaimana dengan perkembangan ubi kayu di Indonesia?

slide1
Sentra Budidaya Tanaman Ubi Kayu Asia Tenggara  khususnya Indonesia (warna merah merupakan produksi tertinggi)

Seperti kita ketahui bersama bahwa ubi kayu datang ke Indonesia sekitar akhir abad ke 18 atau awal abad ke 19.  Ubi kayu merupakan tanaman baru di Asia, diperkenalkan dari Amerika oleh penjelajah Spanyol dan Portugis. Penguasa kolonial memperkenalkan tanaman ubi kayu untuk pertama kali sebagai tanaman cadangan makanan untuk kelaparan, dan kemudian sebagai sumber pati untuk ekspor. Untuk wilayah Asia khususnya Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara dengan luas lahan budidaya ubi kayu terbesar dengan luas wilayah hingga lebih dari 1 juta hektar. Luasnya lahan budidaya ternyata tidak diiringi dengan besarnya produktivitas. Produktivitas ubi kayu yang ditanam di Indonesia menempati peringkat ke dua setelah Thailand yakni sebesar 14.93 ton/ha. Ini merupakan pekerjaan rumah yang harus dikejar oleh peneliti Indonesia untuk membuat kultivar tanaman ubi kayu yang memiliki produktivitas tinggi.

Terdapat 5 daerah utama penghasil ubi kayu di Indonesia diantaranya Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakartaen dengan produktivitas berkisar antara 11.9 – 19.4 ton/ha. Tercatat berbagai macam makanan tradisional berbahan baku ubi kayu tetap eksis hingga saat ini seperti getuk, perkedel, lapis, bakwan, lemet, keripik, dan sebagainya.  Jangankan diolah menjadi bahan makanan yang lebih modern yang biasa kita temui saat ini : misalnya brownis, ubi kayu rebus yang dihidangkan dengan segelas teh manis pun akan sangat digemari oleh sebagian besar penduduk Indonesia.

Bagian ubi kayu yang sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan adalah bagian umbi dan daun. Daun singkong biasa digunakan pada sayur atau lalapan sedangkan bagian umbi merupakan bagian yang paling banyak dimanfaatkan mulai dari makanan tradisional hingga pakan ternak. bahkan umbi pada ubi kayu yang awalnya digunakan hanya sebagai produk konsumsi biasa atau makanan tradisional, telah mengalami banyak sekali perubahan. Kini ubi kayu telah memasuki pasar diversifikasi produk. Perkembangan ini menunjukan bahwa ubi kayu memberikan peran berkembangnya pembangunan secara daerah. Umbi yang diubah menjadi berbagai produk makanan langsung atau olahan, pati dan tepung untuk makanan dan industri, dan pakan ternak.

slide2
Ubi kayu dengan beragam manfaatnya. Sumber : CIAT

Ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian yang paling penting, ketiga terpenting setelah beras, dan jagung. Bahkan di tahun 2014 ubi kayu memberikan kontribusi sebesar 6.1 juta rupiah terhadap GDP Indonesia. Walaupun beras merupakan makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia sebagaimana tradisi masa lalu, namun bila suatu daerah yang tidak memungkinkan ditanamnya padi di suatu daerah seperti tanah yang marjinal dan curah hujan tidak menentu, ubi kayu memiliki keunggulan untuk beradaptasi dengan baik.

Peran ubi kayu dalam ketahanan pangan telah menurun pasca-Revolusi Hijau di Asia, yang dipengaruhi oleh aspek politik, perang, kekurangan makanan, atau gangguan lain yang menyebabkan menurunnya pasokan makanan.

Hal yang menarik adalah hanya Indonesia yang memiliki tingkat konsumsi yang cukup tinggi – sekitar 50 kg per kapita per tahun, dalam bentuk berbagai macam produk makanan yang berbeda. Ubi kayu bahkan berkembang pesat setelah digunakan pada pakan ternak.

slide3
Konsumsi Ubi Kayu (kg/tahun) Sumber : FAO

Manfaat tanaman ubi kayu sangat dirasakan negara berkembang khususnya Indonesia, diantara manfaatnya adalah pertama, menunjang program ketahanan pangan. Seperti apa yang saya sampaikan dalam tulisan sebelumnya, kemudahan menanam ubi kayu walaupun dilahan yang tingkat kesuburannya kurang memberikan akses pangan bagi manyarakat menengah ke bawah. Kebutuhan karbohidrat yang tidak dapat dipenuhi sepenuhnya oleh beras dapat disubtitusi oleh ubi kayu. Apalagi ubi kayu di Indonesia merupakan bagian dari budaya sehingga bernilai bukan hanya dari segi pemenuhan kebutuhan melainkan bernilai seni dan estetika.

Kedua, memberikan manfaat ekonomi. Hingga saat ini ubi kayu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membangkitkan mereka dari kemiskinan dan ketertinggalan ekonomi. Secara langsung maupun tidak, ubi kayu memberikan manfaat terhadap penduduk miskin di pedesaan, serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang lebih luas. Selain mengurangi kemiskinan, ada peran penting yang dimiliki ubi kayu yaitu berfungsi sebagai katalis dalam pembangunan.

Secara ekonomi ubi kayu dapat menjadi peluang bila dilihat dari kecenderungan pasar saat ini seperti gaya hidup diet tanpa beras yang mempercepat keberhasilan produk makanan baru berbahan dasar ubi kayu di pasar, tingginya permintaan industri pati dan pakan ternak; dan peluang untuk ekspor pelet dan pati. Manfaat ubi kayu ini bukan hanya berpengaruh kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah, hingga menyentuh sistem ekonomi yang lebih besar.

Ketiga manfaat lingkungan, hal ini berkaitan dengan kemampuan sebagian besar tanaman ubi kayu yang dapat tumbuh pada ekosistem yang rapuh atau tanah marjinal. Walaupun ada persepsi yang kurang baik, dimana konon katanya tanaman ubi kayu dapat menurunkan kesuburan tanah, hal itu terjadi karena kita tidak melakukan pemupukan secara intensif pada lahan yang sedang digunakan. Meskipun demikian, tanaman ubi kayu digunakan untuk mengelola erosi yakni penanaman ubi kayu di lereng dilakukan beberapa bulan pertama sebelum kanopi menutup. Pembuangan produk limbah dari pengolahan ubi kayu seperti kulit daun dan batang biasanya digunakan untuk bahan pupuk organik.

Nantikan tulisan selanjutnya : ubi kayu di tanah Pasundan  🙂

Pemuliaan Tanaman: Studi Kasus Budidaya Tanaman Ubi Kayu (1)

Saat saya masih duduk di sekolah dasar, guru saya pernah mengatakan bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat subur. Karena kesuburan tanahnya “tongkat dilempar jadi tanaman“, menurut lirik dari sebuah lagu lawas karya Koes Plus. Saat itu saya merasa begitu takjub dengan negeri ini, rasanya Indonesia adalah negara terhebat di dunia. Saya berfikir tongkat apa ya yang bisa jadi tanaman. Tidak semua tongkat kan bisa  jadi tanaman, maka saya pun bertanya kepada orang tua. Ternyata yang dimaksud dengan tongkat yang bisa berubah jadi tanaman itu adalah batang ubi kayu. Masya Allah :). Pada tulisan saya kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang ubi kayu, karena ternyata potensinya tanaman ini luar biasa :).

y5271e08
tongkat dilempar jadi tanaman

Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) tumbuh dan dibudidayakan untuk pertama kali di Brazil, Amerika Bagian Selatan selama lebih dari 500 tahun. Tanaman ini kemudian diperkenalkan di Benua Asia dan Afrika, dimana di kedua benua tersebut menjadi basis populasi masyarakat negara miskin dan berkembang. Mungkin inilah sebabnya tanaman ubi kayu identik dengan masyarakat kelas bawah, bahkan di Indonesia dikenal sebagai anak singkong. Spesies ubi kayu menghadirkan keragaman genetik yang terkonsentrasi di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia. Lebih dari 8.500 aksesi ubi kayu tersebar di seluruh dunia dan lebih dari 7.500 ditemukan di Amerika Selatan. Di Brazil 4.132 aksesi telah dikoleksi dan dirawat di bank plasma nutfah hampir di semua bagian negeri tersebut. Keragaman genetik secara luas dihasilkan dari penyerbukan silang yang menghasilkan tingkat heterozigositas yang tinggi dan dapat berbuah secara tiba-tiba. Kondisi tersebut dialami oleh   varietas lokal yang diseleksi secara alami oleh petani.

Budidaya Tanaman Ubi kayu di Brazil

Sebelum kita mempelajari ubi kayu lebih jauh, mari kita belajar bagaimana perkembangan budidaya tanaman ubi kayu di negara asialnya, Brazil. Bukan hanya negeri penghasil bakat-bakat pesepakbola internasional, negara ini ternyata pusat kemajuan budidaya tanaman ubi kayu. Tanaman ubi kayu dibudidayakan di sepanjang daerah aliran Sungai Amazon hingga Rio Grande do Sul Brazil di bawah kondisi cuaca, tanah dan sistem manajemen yang sangat berbeda sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing. Walaupun permintaan untuk berbagai kultivar disesuaikan dengan kondisi alam dan penggunaan, pada umumnya hasil panen ubi kayu digunakan sebagai bahan makanan atau pakan ternak. Pada kondisi ini kultivar yang berbeda memiliki karakteristik berbeda pula untuk penggunaan tertentu. Kultivar sebagaimana kita ketahui merupakan sekelompok tanaman dari suatu jenis yang memiliki sifat atau karakter yang dapat membedakannya dengan jenis yang sama walaupun telah diperbanyak baik secara vegetatif maupun generatif. Sebagai contoh tanaman padi di Indonesia memiliki banyak kultivar diantaranya Rojolele, PandanWangi, Cianjur dan lain sebagainya. Walaupun sama-sama tanaman padi, karakter dan sifat mereka berbeda diantara yang lainnya walaupun sama-sama tanaman padi.

karte-9-1070
Peta negara Brazil Sumber : mapwest

Perkembangan pemuliaan tanaman untuk kultivar ubi kayu yang mampu beradaptasi dengan baik dan daya hasil tinggi telah dilakukan selama ratusan tahun dengan melakukan seleksi di Amerika bagian selatan dan 300 tahun terakhir di Asia dan Afrika. Kegiatan tersebut menghasilkan keragaman genetik yang sangat tinggi. Salah satu hasil penelitian tentang varietas ubi kayu yang dinilai dan diseleksi telah di publikasikan di Kota Bahia Brazil pada tahun 1899. Namun selama kurang lebih 20 tahun institusi nasional mulai mengorganisasi kegiatan pemuliaan genetik. Program pemuliaan ubi kayu secara aktif dilakukan di Brazil dan beberapa negara Afrika di pertengahan abad ke-20. Di kemudian hari ancaman Virus Mozaik dari Afrika memaksa peneliti di Afrika Barat tertarik untuk mengakses dan menggunakan keragaman genetik dari spesies liar dari genus Manihot untuk program pemuliaan mereka. Plasma nutfah yang dihasilkan dari program tersebut selama beberapa tahun menjadi sumber plasma nutfah untuk digunakan sebagai kontrol terhadap virus mozaik.

presentation1
Perbandingan tanaman sehat dengan tanaman yang terinveksi virus mozaik.

Pada tahun 1960 International Research Center memiliki insentif untuk koleksi plasma nutfah, karakterisasi, dan pengembangan kultivar ubi kayu yang baru. Penelitian dari International Tropical Agriculture (CIAT) dan International Institute of Tropical Agriculture (IITA), yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian Nasional di Brazil memimpin pengembangan di tingkat regional dan global. Kegiatan lembaga tersebut sangat baik khususnya koleksi plasma nutfah ubi kayu yang terintegrasi dengan program pemuliaan tanaman yang lainnya.  Suksesnya pemuliaan tanaman ubi kayu juga telah terbukti untuk beberapa negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Indonesia, dan Vietnam yang mana pengembangan dari budidaya ubi kayu menstimulasi beberapa sektor secara sekaligus.

Berkaca pada suksesnya pengembangan sumber daya baru yang resisten terhadap virus mozaik pada ubi kayu, kultivar ubi kayu dengan potensi hasil telah diraih oleh IITA yang bekerja sama dengan beberapa negara di Afrika. Kultivar ubi kayu yang dirilis dan diadaptasikan di Amerika Latin terus meningkat khususnya digunakan sebagai pakan ternak dan produksi pati. Hal yang lebih penting dari itu adalah partisipasi petani dalam pengembangan metode tersebut.

Pemuliaan ubi kayu dibangun dengan beberapa tahapan dimulai dengan koleksi plasma nutfah varietas lokal, regional dan secara global adanya pertukaran klon hasil rekombinasi, dan koleksi dan penggunaan spesies liar. Bioteknologi telah digunakan sejak 1980 untuk memfasilitasi dan meningkatkan efisiensi dalam pemuliaan ubi kayu (aspek bioteknologi akan dibahas pada tulisan selanjutnya).

y5271e08
Persentase penggunaan lahan budidaya ubi kayu menurut daerah di Brazil Sumber FAO

Penelitian peningkatan secara genetik tanaman ubi kayu di Brazil dimulai pada pertengahan abad ke dua puluh dan mulai intensif pada tahun 1940 yang dilakukan oleh institusi penelitian regional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pada dasarnya mereka lebih berkonsentrasi pada pengenalan dan penilaian dari plasma nutfah yang tersedia. Di Brazil bagian tenggara tanaman ubi kayu dengan peningkatan melalui genetik untuk pertama kali dilakukan pada tahun 1940 oleh Campinas Agronomic Institute (IAC). Brazil bagian timur laut merupakan wilayah penghasil ubi kayu terbesar dengan luas area budidaya mencapai 40% dari total lahan di negara tersebut.Walaupun demikian produktivitas ubi kayu di Brazil bagian selatan lebih tinggi hingga mencapai lebih dari 15 ton/ha. Dengan menggunakan rekombinasi antara varietas yang dikontrol oleh tetua heterozigot dan seleksi selama generasi terbaik dari perbanyakan tanaman. Program tersebut mulai dilaksanakan pada tahun 1969 dengan peningkatan yang signifikan pada klon di generasi terbaru. Selama penelitian silang IAC menggunakan koleksi plasma nutfah di Sao Paulo dengan metode yang sangat sistematis.

y5271e09
Daya hasil tanaman ubi kayu berdsarkan wilayah di Brazil FAO

Bagaimana dengan perkembangan budidaya tanaman ubi kayu di Indonesia? Semoga bisa kita bahas di tulisan selanjutnya.

Eksplorasi Tumbuhan (Bagian 1)

Eksplorasi

Kata eksplorasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memeiliki arti penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan), terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu; penyelidikan; dan penjajakan. Orang yang melakukan eksplorasi tentunya ia akan turun ke lapangan untuk mencari sumber daya alam, maka tidak dikatan eksplorasi jika seseorang hanya duduk di meja. Orang-orang yang turun ke lapangan pun belum tentu dikatakan melakukan sebuah eksplorasi bila tujuan ke lapangan tersebut bukan untuk memperoleh pengetahuan baru. Saya berikan contoh, orang yang melakukan pendakian ke gunung hampir bisa kita temui setiap harinya, mereka turun ke lapangan namun hanya untuk tujuan reksreasi, menikmati keindahan alam. Mereka tidak mencari dan melakukan pencatatan tentang apa yang mereka temui di sana dengan metode ilmiah dan mengabarkannya terhadap khalayak ramai.

kopasa_action1
Kegiatan eksplorasi berbeda dengan wisata atau pencinta alam, sumber : dokumentasi pribadi

Kata eksplorasi juga sering digunakan oleh para penambang minyak bumi, dimana ekspolorasi dilakukan untuk mencari sumur-sumur minyak terbaru. Biasanya eksplorasi adalah kegiatan awal aktivitas penambangan. Melalui tulisan ini saya akan membahas bagaimana kegiatan eksplorasi dilakukan untuk mengetahui keragaman sumberdaya tumbuhan khususnya jenis flora/tumbuhan.  Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tumbuhan merupakan salah satu kelompok besar penghuni bumi. Tumbuhan tingkat tinggi dengan mudah dapat kita bedakan dengan hewan karena pada umumnya tumbuhan tidak dapat berpindah tempat, sedangkan hewan bersifat mudah sekali berpindah. Manusia tidak bisa lepas dari tumbuhan. Sandang, pangan, dan papan yang merupakan kebutuhan pokok manusia diperoleh dari  tumbuhan.

Tujuan eksplorasi tumbuhan setidaknya ada dua hal yakni, pertama spesimen tumbuhan yang berkualitas. Spesimen tumbuhan yang belum diketahui jenis dan nama taksonominya merupakan sesuatu hal yang sangat berharga. Pengawetan dilakukan untuk mengkoleksi bagian tanaman tersebut untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Kedua, data/informasi tumbuhan yang dominan di suatu wilayah tertentu sehingga akan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

presentation1
Kegiatan eksplorasi tumbuhan telah dilakukan oleh manusia selama ratusan tahun. Sumber : fsconline

Metode Eksplorasi  

Untuk melakukan kegiatan ekplorasi yang baik diperlukan metode yang tepat sehingga tujuan eksplorasi di atas dapat tercapai. Metode yang paling sederhana adalah metode penjelajahan, dimana setiap sudut lokasi dijelajahi untuk memperoleh informasi yang diharapkan. Persiapan yang bisa dilakukan adalah : 1) penentuan lokasi. Bisa diperoleh dari informasi masyarakat, lembaga pemerintahan, atau tinjauan pustaka dari literatur/jurnal ilmiah. Informasi ini dapat digunakan untuk menghindari duplikasi lokasi eksplorasi. Kita harus menghindari kegiatan eksplorasi di tempat yang telah dilakukan oleh orang lain. 2) Melengkapi perizinan masuk ke sebuah kawasan. Hal ini dilakukan dengan catatan apabila kita melakukan eksplorasi ke kawasan konservasi. Perizinan masuk ke kawasan konservasi bisa dilakukan ke PHKA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Diperlukan pula Surat Izin Angkut Spesimen yang diperoleh dari Kementerian Kehutanan dan lingkungan hidup, dan yang tak kalah penting adalah Surat Izin Pengambilan Spesimen yang dapat kita peroleh dari Balai KSDA atau Taman Nasional setempat. 3). Bahan peralatan yang harus dibawa seperti  perlengkapan lapang, perlengkapan tidur, bahan logistik selama di lapangan,  dan yang tak kalah penting obat-obatan.

Komposisi tim yang akan melakukan ekplorasi berbeda-beda, namun menurut pengalaman dalam satu tim biasanya terdapat minimal 3 orang yang terdiri dari peneliti, asisten peneliti, dan warga lokal. Warga lokal memiliki peranan yang sangat signifikan karena memiliki pengetahuan yang cukup tentang kondisi lapangan. Lamanya eksplorasi bergantung pada luasnya lokasi kegiatan, namun bisanya dilakukan selama 1 bulan. Jika ekplorasi dilakukan di nera yang berbeda maka waktu yang digunakan pun akan lebih lama. Apabila ekplorasi dilakukan di luar kawasan negara, maka kita akan berhadapan dengan Dinas Karantina yang terdapat di setiap bandar udara.

two-guys
Eksplorasi dilakukan minimal oleh dua orang yang didampingi oleh penduduk lokal sumber  : wbfruit

Koleksi Tumuhan

Setiap bagian tumbuhan dapat kita koleksi, karena biasanya bagian tumbuhan akan secara langsung menjadi ciri morfologi yang dapat kita gunakan dalam kegiatan identifikasi nantinya.  Apabila memungkinkan semua bagian tumbuahan kita koleksi namun setidaknya bagian ranting berdaun dan berbunga. Untuk suku tumbuhan tertentu buah tidak terlalu penting, namun untuk suku Curcubitaceae biji merupakan bagian yang sangat penting.

presentation1
Salah satu contoh tanaman Curcubitaceae, Sumber : Austin et al 2008

Biasanya pengumpulan koleksi steril digunakan untuk analisis vegetasi, mengetahui potensi ekonomi dan keanekaragaman jenis populasi tanaman. Walaupun jumlah koleksi yang dikumpulkan sedikit tidak menjadi permasalahan karena yang paling penting adalah kelengkapan spesimen yang kita ambil, semakin lengkap akan semakin memudahkan kita untuk mengidentifikasi sampelnya. Tidak disarankan untuk mencampurkan antar spesimen yang berasal dari tumbuhan yang berbeda, lokasi berbeda, dan waktu pengumpulan yang berbeda. Ada perbedaan cara mengoleksi tanaman tingkat tinggi dengan tanaman tingkat rendah, seperti diterangkan pada tabel di bawah ini :

Tumbuhan

Bagian yang dikoleksi

Tumbuhan tingkat tinggi

Gymnospermae Daun, strobilus jantan dan betina.
Angiospermae Daun, bunga, dan buah
Arecaseae (Palma) Palem tegak : daun lengkap dengan pelepah perbungaan, bunga, buah kelopak.

Palem merambat : ujung batang dengan daun serta pelepahnya, flagela, perbungaan, buah.

Araceae Bunga, daunlengkap, tangkai perbungaan dan tudungnya, bunga.
Balsaminaceae Bunga sangat tipis, sehingga perlu koleksi basah (perlakuan khusus)
Bambu Pelepah buluh pada rebung/menempel pada batang.
Zingiberaceae Rimpang dan bunga
Tumbuhan berdaging Kaktus : diambil daging buahnya baru kemudian dikeringkan.
Tumbuhan berumah dua (Euphorbiaceae, Pandanaceae, Curcubitaceae) tumbuhan jantan dan betina.

Tumbuhan tingkat rendah

Paku Herba : semua bagian

Pohon : perwakilan bagian pangkal, tengah dan ujung

Lumut Generasi gametofit dan sporofit
Lumut kerak (asosiasi lumut dan ganggang) Vegetatif dan badan buahnya
Jamur (hanya untuk jamur tingkat tinggi) Badan buah lengkap: tudung buah, bilah dan tangkai.

 

Bahaya pestisida, amankah makanan kita?

Pestisida merupakan bahan kimia atau bahan lain  yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama yang menyerang tanaman. Biasanya yang dikategorikan sebagai hama sangatlah beragam, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. Selain itu dikenal pula penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (cacing dengan ukurang mikroskopis).

183742584-56a5cffc3df78cf77289faa9
Sumber : verywell

Pestisida tersusun dan unsur kimia yang jumlahnya sangat banyak, namun yang sering digunakan sebagai unsur pestisida adalah 21 unsur. Unsur atau atom yang lebih sering dipakai adalah karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, posfor, klorin dan sulfur. Sedangkan yang berasal dari logam atau semi logam adalah besi, tembaga, mercuri, zink dan arsenik.

Pestisida dapat menyebabkan efek akut dan jangka panjang bagi petani yang bekerja dengan pestisida. Paparan pestisida dapat menyebabkan efek yang bervariasi, mulai dari iritasi pada kulit dan mata hingga efek yang lebih mematikan yang mempengaruhi kerja syaraf, mengganggu sistem hormon reproduksi, dan menyebabkan kanker. Sebuah studi pada tahun 2014 yang dimuat pada “International Journal of Environmental Research and Public Health,”  Non-Hodgkin-limfoma (NHL)/ kelompok penyakit kanker sel darah  menunjukan hubungan positif dengan paparan pestisida.  Bahan-bahan pestisida yang berkaitan dengan NHL diantaranya :

  • Phenoxy herbicides, seperti 2,4-D
  • Carbamate seperti  Carbaryl, or Sevin
  • Organophosphorus seperti  malathion
  • The organochlorine  seperti  Lindane
  • Glyphosate, yang dikenal sebagai roundup pada pembasmian gulma.

Berita yang cukup mengejutkan datang dari WHO dan UNEP memperkirakan bahwa setiap tahunnya sekitar 3 juta pekerja pertanian mengalami keracunan pestisida, dan 18000 diantaranya meninggal. Dan kemungkinan 25 juta orang mengalami gejala keracunan pestisida ringan setiap tahunnya. Bunuh diri dengan meracuni diri sendiri dengan pestisida merupakan cara bunuh diri paling populer ketiga di dunia. Wanita pada usia kehamilan 8 minggu yang hidup dekat dengan ladang yang disemprot pestisida organoklorin jenis dikofol dan endosulfan memiliki kemungkinan mendapatkan anak yang lahir dalam kondisi autis.

aneka
Sayuran dan buah yang terkena paparan pestisida harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi

Bahaya pestisida pada makanan juga tidak bisa kita anggap remeh, karena dapat berdampak mengganggu kesehatan dan sumber penyakit tertentu. Dalam jumlah sedikit biasanya tubuh mampu menetralisir, namun apabila mengendap dan terakumulasi di dalam tubuh dalam waktu yang cukup lama maka akan mengganggu kesehatan seperti timbulnya penyakit kanker, gangguan syaraf, dan gangguan reproduksi.

Pestisida sebenarnya adalah racun untuk hama atau penyakit yang mengganggu tanaman selama proses pertumbuhan tanaman hingga tanaman tersebut dipanen. Membersihkan buah dan sayuran memang tidak semudah mencuci mobil ataupun motor. Buah buahan memiliki kulit yang berpori sehingga bisa jadi menurut pandangan kasat mata sudah bersih, ternyata masih ada sisa pesisida yang terdeposit pada rongga yang dan pori. Kita juga tidak bisa sembarangan menggunakan sabun karena sayuran dan buah merupakan bahan makanan yang akan kita konsumsi.

  Berikut ini adalah menghilangan sisa paparan pestisida yang mungkin menempel pada sayuran dan buah-buahan yang kita konsumsi, cara yang dapat dilakukan adalah :

  1. Buah buahan dan sayuran sebaiknya dicuci dalam keadaan utuh tanpa harus dipotong-potong. Hal ini dilakukan agar kita tidak kehilangan nutrisi penting yang mungkin dapat hilang selama proses pencucian.
  2. Menggunakan air bersih yang mengalir untuk membersihkan dari zat kimia yang menempel pada batang atau daunnya akan lebih efektif bila dibandingkan dengan merendamnya. Perendaman dapat kita lakukan sesaat setelah pencucian dengan air yang mengalir. Walaupun dengan mencuci ini kita tidak dapat menghilangkan residu pestisida hingga 100%, namun setidaknya pestisida yang menempel di permukaan akan larut. yang perlu diperhatikan adalah apabila bahan makanan kita terpapar insektisida dari jenis sistemik maka dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk dihilangkan.
  3. Selain mencuci dengan air mengalir kita juga dianjurkan untuk merendam sayuran dan buah buahan dengan air bersih selama kurang lebih 10 menit atau lebih. Perendaman hanya efektif untuk menghilangkan pestisida organik. Untuk membersihkan pestisida yang sukar larut dalam air bisa menggunakan larutan pencuci buah dan sayuran. Saya kira sudah banyak diproduksi dan dijual di pusat-pusat perbelanjaan. Larutan cuka 10% pun bisa digunakan untuk merendam sayuran dan buah untuk menghilangkan pestisida yang dilakukan kurang lebih selama 20 menit.
  4. Menggunakan larutas basa, atau alkali. Insektisida yang mengandung posfor cepat larut dala kondisi basa. Sayuran bisa kita rendam sekitar 10 menit, untuk buah-buahan bisa lebih. Adakalanya digunakan perasan air lemon yang ditambahkan dengan natrium bikarbonat atau natrium bikarbonat (soda kue) serta air.
  5. Mengupas kulit pada buah-buahan bisa dapat menyingkirkan pestisida yang cukup banyak yang menempel pada kulit buah dan sayuran. Ini akan efektif apabila kulit buah atau sayuran tersebut memiliki kulit yang cukup tebal sehingga kita bisa mengupasnya. Namun apabila buah dan sayuran tersebut memiliki kulit yang cukup tipis dan kandungan vitamin tertenu mungkin saja terdapat pada kulit maka  cara pengupasan ini akan kurang efektif.
  6. Memanaskan sayuran  dan buah dengan air panas sangat cocok untuk sayuran yang diberikan pestisida dari jenis asam amino. Prakteknya kita bisa mencelupkannya selama 1-2 menit kemudian dibilas dengan menggunakan air bersih. Proses pencelupan harus dilakukan sesingkat mungkin karena khawatir terlalu lama mencelupkan akan melarutkan zat yang bermanfaat pada sayuran atau buah.
  7. Penggunaan alat penghilang pestisida bisa menjadi alternatif, namun harganya masih cukup mahal. Proses ozonisasi pada alat tersebut mampu memecah pestisida dan hanya bekerja pada kulit permukaannya saja tanpa mempengaruhi kandungan vitamin dan mineral pada buah dan sayuran yang akan kita konsumsi. Alat yang telah dikembangkan dalam skala laboratorium dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
presentation2
Ozone mircobubbles yang dikembangkan oleh Masahiko Tamaki dan Hiromi Ikeura yang digunakan pada sampel buah tomat, selada, dan strawberi.

Sayuran yang ditanam secara organik sebenarnya memiliki tingkat keamanan yang lebih baik. Sayuran dan buah yang ditanam secara organik tidak menggunakan pestisida ataupun insektisida, namun harga sayuran dan buah- buahan organik jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan sayuran yang ditanam oleh petani melalui cara konvensional. Pada buah dan sayur yang ditanam secara organik biasanya menggunakan biopestisida, yakni pestisida yang dibuat dari bahan alam sehingga mudah tercuci oleh pencucian baik air hujan maupun pencuian produk pascapanen. Untuk menjamin keamanan bahan makanan kita dari pestisida, pada akhirnya Good Agriculture Practice memang sudah saatnya diterapkan secara massal  di Indonesia.

Akiba S. Insecticide: Fungicide and Fumigant Use in the Agricultural Health Study., ed. PLoS ONE. 2014;9(10)

Dich J, Zahm SH, Hanberg A, Adami HO. Pesticides and cancer. Cancer Causes Control. 1997; 8: 420-443.

Masahiko Tamaki and Hiromi Ikeura. Removal of Residual Pesticides in Vegetables Using Ozone Microbubbles. http://dx.doi.org/10.5772/48744

Mari Kita Kembangkan Jamu Indonesia

Jamu memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Walaupun rasanya pahit, namun jamu secara empiris dipercaya dapat menyembuhkan penyakit oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad yang lalu. Ketika pengobatan modern belum mengambil peran seperti sekarang, jamu telah menunjukan eksistensinya dengan memelihara  kesehatan dan mengobati berbagai macam penyakit. Dilihat dari sisi historis, kapan jamu untuk pertama kalinya digunakan memang belum diketahui secara pasti. Ada yang menghubungkan dengan kebiasaan-kebiasaan pada kerajaan Hindu Mataram Kuno di Indonesia, dimana jamu telah digunakan oleh puteri kerajaan untuk menjaga kesehatan dan kecantikannya. Bukti lain penggunaan jamu adalah telah ditemukan di berbagai literatur-literatur kuno, seperti pada relief berbagai macam candi, naskah Gatotkaca (Mpu Panuluh), serat Centhini dan Serat Kawruh Bab Jampi-jampi Jawa.

Pada saat pemerintah Kolonial Belanda datang  mencari rempah-rempah beberapa abad yang lalu turut berperan penting dalam catatan sejarah jamu di Indonesia. Telah dilaporkan bahwa seorang botanis yang hidup sekitar tahun 1775 Masehi, Rumphius  telah melakukan penelitian tentang penggunaan jamu di Indonesia. Bukunya yang terkenal berjudul “Herbaria amboniensis”.

Perkembangan penelitian tentang jamu dan tumbuhan obat terus berlangsung hingga sekarang. Dari penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan pada tahun 2012 telah berhasil memperoleh data sekitar 1.889 spesies tumbuhan obat, 15.671 ramuan untuk kesehatan, dan 1.183 penyembuh/pengobatan tradisional yang disurvei dari 2009 etnis . Total etnis di Indonesia sekitar 1.128 etnis (Kemenkes 2015).

Bagaimana pandangan masyarakat Internasional terhadap pengobatan tradisional ?

Badan kesehatan dunia (WHO) telah sepakat untuk memajukan pemanfaatan pengobatan tradisional, mendorong pemanfaatan keamanan dan khasiat pengobatan tradisional melalui regulasi produk, praktek dan partisipan. Dalam dunia internasional sendiri pengobatan tradisional lebih dikenal sebagai : traditional medicine, complementary and alernative medicine, integrative medicine, medical herbalism, phytotherapy, datural medicine, dan lain-lain.

Karena jamu telah diakui oleh dunia internasional, terlebih jamu juga merupakan warisan budaya Indonesia sudah sepantasnya kita lebih bersemangat dalam mengembagkannya sehingga jamu mampu memainkan perannya secara optimal. Ramuan jamu lebih banyak menggunakan bagian tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan rimpang. Jamu pun biasa dikemas dalam berbagai bentuk sediaan, seperti simplisia, infus, ekstrak dan lain-lain. Karena jamu memiliki rasa yang cukup pahit, terkadang dalam penggunaannya ramuan jamu  ditambahkan gula merah dan madu. Walaupun memiliki rasa yang cukup pahit jamu memiliki banyak khasiat dan manfaatnya. Dengan berorientasi pada khasiat dan manfaatnyalah kita sebaiknya menentukan arah pengembangan jamu, sehingga lebih bisa dirasakan oleh masyarakat banyak.  Di bawah ini adalah 4 arah pengembangan jamu di Indonesia berdasarkan khasiat dan manfaatnya, yaitu :

  • Pengembangan jamu untuk kesehatan.

Kesehatan sangatlah penting dan mahal. Tanpa kesehatan yang baik kita tidak dapat melakukan aktifitas seperti orang sehat pada umumnya. Selain itu biaya kesehatan pada pengobatan modern membutuhkan biaya yang cukup banyak. Walaupun kini pemerinah telah memberikan banyak subdidi baik melalui pembelian obat generik, maupun BPJS namun kesehatan tetaplah yang paling utama. Oleh karena itu, menjaga kesehatan sangat diperlukan oleh kita semua.  Ada beberapa jenis ramuan jamu yang digunakan dalam memelihara kesehatan dan mengobati penyakit, dari banyaknya ramuan jamu di bawah ini ada beberapa ramuan yang cukup dikenal di masyarakat diantaranya adalah :

  1. Jamu beras kencur. Sesuai dengan namanya jamu beras kencur memang dibuat dengan menggunakan bahan beras dan rimpang kencur. Selain bahan tersebut beberapa bahan ditambahkan seperti biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulaga, asam, rimpang kunyit, dan jeruk nipis. Jamu beras kencur berkhasiat mengobati pegal linu, meringankan gejala batuk, dan menyembuhkan perut kembung.
  2. Jamu cabe puyang. Bahan yang digunakan untuk membuat jamu ini adalah cabe puyang, rimpang temulawak, rimpang temu ireng, rimpang jahe, daun adas, pulosari, rimpang kunyit, merica, kedawung, keningar, asam jawa, dan temu kunci. Manfaat ramuan jamu cabe puyang adalah mengobati pegal-pegal dan nyeri pinggang serta memeilahara kebugaran.
  3. Jamu kunyit asam. Bahan yang digunakan untuk membuat jamu ini adalah daun asam yang masih muda atau dikenal dengan daun sinom, rimpang temulawak, biji kedawung, jeruk nipis. Manfaat jamu kunyit asam dapat membantu melangsingkan badan, memperlancar siklus menstruasi, menjaga daya tahan tubuh, dan membantu meringankan gejala panas dalam.
  4. Jamu cekokan. Bahan yang digunakan untuk membuat jamu cekokan adalah brotowali, daun meniran, lempuyang, lengkuas, serai, widoro laut, temu ireng, doro putih, babakan pule, dan biji adas. Jamu cekok berkhasiat menambah nafsu makan khususnya anak-anak, mengobati cacingan, dan lain-lain
  5. Jamu gepyokan. Bahan yang digunakan untuk membuat jamu gepyokan adalah rimpang kencur, rimpang jahe, rimpang lengkuas, bangle, kunyit, temulawak, lempuyang, temu giring, dan daun katuk. Jamu gepyokan biasanya digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu, menghilangkan bau badan yang tak sedap.
  6. Jamu kunci sirih. Bahan yang digunakan adalah temu kunci dan dan daun sirih, daun luntas, rimpang kunyit, rimpang jahe, kencur, serta kapulaga, kayu manis, potongan serai, dan asam jawa. Jamu kunci sirih dapat berkhasiat membantu mengatasi keputihan, bau badan yang tak sedap, merapatkan vagina dan memelihara kesehatan rahim.
  7. Jamu sinom. Bahan yang digunakan adalah sinom/daun asam yang masih muda, rimpang temulawak, rimpang kunyit, kapulaga, kayu manis, pala. Jamu ini berkhasiat mengatasi gejala panas dalam, menjaga kebugaran, dan membuang racun dari tubuh (detoksifikasi).
  8. Jamu temulawak. Bahan yang digunakan adalah rimpang temulawak, kencur, asam jawa, gula aren, daun pandan, serta jintan hitam. Jamu ini bermanfaat mengobati dan mencegah penyakit hepatitis, batuk, dan mengembalikan kebugaran tubuh.
  • Pengembangan jamu untuk kecantikan dan kebugaran.

Selain bermanfaat untuk kesehatan penggunaan jamu juga banyak digunakan untuk kecantikan dan kebugaran tubuh. Jamu memang telah banyak digunakan sejak dahulu oleh puteri kerajaan. Saat ini telah banyak pula pakar kecantikan yang merekomendasikan dan menggunakan jamu sebagai bahan dasar untuk membuat ramuan kecantikan.

Sebagai contoh adalah penggunaan kunyit untuk kecantikan. Kunyit  yang dicampur dengan tepung dan minyak zaitun telah lama digunakan untuk mengobati jerawat, keombe pada rambut, bahkan digunakan pula untuk mencegah dan mengobati kulit keriput karena faktor usia.

Bagi kaum hawa yang bermasalah dengan kulit kering atau berminyak, campuran kunyit dengan minyak zaitun dan bubuk kayu cendana bisa menjadi alternatif pilihan perawatan wajah. Kunyit dengan campuran munyak kelapa pun bisa digunakan untuk mengobati kulit pecah-pecah dan kering di sekitar lutut dan tumit. Bahkan untuk anda yang bermasalah dengan figmentasi kulit karena bekas jerawat bisa menggunakan campuran kunyit dan jus lemon.

Di indonesia jamu yang menjadi primadona dalam hubungannya dengan kecantikan adalah jamu beras kencur, jamu kunyit asam, dan jamu pahitan. Jamu jamu tersebut sangat bermanfaat untuk mengatasi bau badan, memelihara daerah kewanitaan, memperbaiki penampilan kulit termasuk mencerahkan, menghilangkan jerawat, dan pelangsing tubuh.

  • Pengembangan jamu untuk makanan dan minuman.

Makanan tradisional Indonesia memang kaya akan rempah. Rempah yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari adalah bahan-bahan yang sering digunakan untuk membuat ramuan jamu.

Sebagai contoh cengkeh bermanfaat menyembuhkan alergi dingin, jahe untuk mengangatkan badan dan menyembuhkan masuk angin, ketumbar bisa digunakan untuk memperlancar perncernaan dan produksi ASI, pala bisa digunakan untuk relaksasi tubuh, temu kunci digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, lengkuas untuk, kencur digunakan untuk gangguan tenggorokan, kayu manis untuk suplemen tubuh, kunyit digunakan untuk mengobati sakit maag, jinten untuk penyakit pernafasan, serai digunakan untuk mengatasi serangan serangga, kemiri untuk menghaluskan kulit dan rambut, daun salam , kluwek untuk mengatasi gangguan pencernaan, daun pandan penambah selera makan, bawang merah dan putih sebaga antibiotik, kapulaga mengatasi batuk dan gangguan pencernaan, dan merica mengobati gejala flu.

Minuman kesehaan dengan menggunakan bahan rempah tradisional telah menjadi minuman khas di indonesia. Wedang jahe adalah salah satu contohnya. Minuman yang berbahan dasar jahe, kayu manis dan sereh ini merupakan salah satu minuman yang sangat nikmat. Jahe anget juga nikmat,  cocok dinikmati saat udara dingin. Masih banyak minuman tradisional lain yang nikmat namun sekaligus menyehatkan diantaranya kunyit asem, bandrek, bajigur, wedang ronde, beras kencur, teh telur, sirup secang, sirup pala, dan lain-lain.

  • Pengembangan jamu untuk sebagai bagian dari budaya bangsa

Penggunaan jamu dalam hal pemeliharaan kesehatan, kecantikan dan produk konsumsi tidak boleh dipisahkan dari buadaya bangsa kita. Oleh karena itu sangatt penting memaknai jamu bukan hanya sekedar produk obat dan minuman saja, namun lebih pada produk budaya bangsa indonesia. Dari cara pemilihan bahan, proses pembuatan dan alat yang digunakan merupakan warisan budaya yang tetap harus dipertahankan. Karena melalui jalur budaya jamu yang kia nikmati saat ini mampu bertahan dari awal mula jamu tersebut dibuat hingga saat ini.

Arah pengembangan jamu Indonesia yang jelas  sebenarnya telah  mempermudah dan memfokuskan pelestarian jamu sebagai warisan budaya nasional. Diversifikasi dan inovasi dari beberapa produk jamu yang telah diproduksi saat ini akan lebih membuat jamu bisa diterima di masyarakat.  Dan pada akhirnya jamu Indonesia akan menjadi solusi atas permasalahan kesehatan masyarakat.