Tag Archives: HASIL HUTAN BUKAN KAYU

KANTUNG SEMAR ; Si Cantik yang Berkantung

Bagi siapapun pencinta tanaman hias tentunya mengenal jenis tumbuhan karnivora yang satu ini. Dialah kantong semar. Bagi orang yang baru mengenal tumbuhan ini tentunya heran mendengar nama itu, tapi tumbuhan dari kelas Charipetaleae ini sesungguhnya telah dikenal luas, di Inggris tumbuhan ini telah dibudidayakan sejak tahun 1841. Di negara-negara subtropis seperti Amerika Serikat, Jepang serta negara-negara eropa tanaman favorit yang bisa ditanam dalam terrarium karena tidak memerlukan banyak sinar matahari untuk membentuk kantong.

Keunikan yang dimiliki Nepenthes adalah bentuk organisme yamg menyerupai kantong. Kantong-kantong itu menjadi perangkap bagi serangga seperti lalat, semut dan lainnya. Sebenarnya kantong yang muncul pada setiap jenis nepenthes adalah ujung daun yang berubah bentuk dan fungsinya menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya. Dengan kelebihannya itulah tumbuhan ini disebut carnivorous plant. Bahkan ada juga yang yang menamakannya Insectivorous plant karena kelompok serangga lebih sering terperangkap

Salah satu jenis kantong semar yang banyak dikenal adalah Nepenthes ampullaria. Spesies ini mempunyai kelenjar penyerap hara dalam kantong yang jumlahnya 2000-3000/ cm2, berkantong bulat telur seperti ampul yang dalam bahasa latin berarti kandung kemih. Warna dan corak kobe-kobe, sebutan orang papua; beragam dalam satu jenis. Pernah ditemukan kantong yang warnanya hijau dengan bibir merah, kantong merah bibir hijau, hingga kantong hijau pucat dan merah pekat. Perbedaan ini diakibtakan pigmen antasianin.Tingi kantong tanaman dewasa bisa mencapai 5-10 cm. Bahkan ada juga yang mencapai 15 cm.

Jenis Nepenthes ampullaria bukan karnivora karena tidak terlihat adanya kelenjar sekresi nektar pada kantong atau tanaman lain. Oleh karena itu jarang ditemukan serangga, semut, atau binatang lain dalam kantong. Yang dapat ditemukan hanya serasah daun, ranting, serta terkadang kotoran burung.

Habitat N. ampullaria cukup beragam meliputi hutan rindang, hutan kerangas, rawa gambut, rawa berpasir, dan hutan araucaria. Tumbuh pada ketinggian 0-2100 mdpl. Pada dataran rendah yang cukup lebat, akar Nepenthes dapat merambat ke atas pohon lainnya hingga 15 m. Ampullaria merupakan salah satu nepenthes yang paling luas penyebarannya. Tumbuhan ini menyebar mulai dari Sumatera, Singapura, Semenanjung Malaysia, dan Thailand, Borneo hingga Papua. Nepenthes ini ditemukan Dr. William Jack 1819 di Singapura. Dokter bedah asal Inggris tersebut memberi nama Nepenthes ampullaria pada tahun 1913 lantaran bentuknya seperti ampul.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kantung semar, selain indah dipandang batang yang kuat dan lentur dapat dipakai sebagai tali. Air rebusan akar dan cairan dalam kantong yang masih tertutup dipakai penduduk sebagai obat sakit perut, mencegah ngompol, luka bakar dan mengobati sakit mata.

Kecantikan tumbuhan berkantung ini mulai berkurang karena eksploitasi secara besar-besaran dan kebakaran hutan. Sebagai upaya konservasi telah dilakukan langkah-langkah strategis guna menlindungi tumbuhan berkantung ini. Pemerintah melalui Undang-undang no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistem dan Peraturan Pemerintah no 7 tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi melarang untuk dieksploitasi. Selain itu semua jenis nephenthes masuk dalam daftar Convention on International Trade in Endangered Spesies of Flora Fauna (CITES). Berdasarkan kriteria International Union of Conservation of Nature dan World Conservation Monitoring, nepenthes digolongkan sebagai tanaman langka. CITES memasukkan kantong semar dalam Appendik 2 kecuali Nepenthes rajah yang masuk dalam Appendik 2. Tumbuhan langka berkantung ini merupakan anugrah dari Allah SWT yang harus dijaga keberadaan dan kemanfaatannya bagi umat manusia.

* dari berbagai sumber

POTENSI MINYAK NILAM (Pogestemon Sp.)

Minyak asitri (essential oil) atau dikenal oleh masyarakat sebagai minyak terbang merupakan minyak yang dihasilkan oleh tumbuhan tertentu. Minyak tersebut mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, mempunyai rasa getir, berbau wangi sesuai dengan bau tanaman penghasilnya. Miyak tersebut pada umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air. Pada tanaman, minyak atsiri mempunyai 3 fungsi yaitu : membantu proses penyerbukan dengan menarik beberapa jenis serangga atau hewan, mencegah kerusakan tanaman oleh serangga, dan sebagai cadangan makanan bagi tanaman. Tanaman yang menghasilkan minyak atsiri diperkirakan berjumlah 150-200 spesies tanaman, antara lain yang termasuk dalam famili Pinaceae, Labrate, Compositae, Lauraceae, Myrtaceae, dan Umbelliferaceae. Minyak atsiri dapat bersumber dari setiap bagian tanaman yaitu daun, bunga, buah, biji, batang, kulit, dan akar.

Nilam merupakan tumbuhan  semak yang bisa mencapai ketinggian satu meter. Tumbuhan ini menyukai suasana teduh, hangat, dan lembab. Mudah layu jika terkena sinar matahari langsung atau kekurangan air. Bunganya menyebarkan bau wangi yang kuat. Bijinya kecil. Perbanyakan biasanya dilakukan secara vegetatif. Ada tiga spesies yang dikenal di Indonesia yaitu Pogostemon cablin, Pogostemon heyneanus dan Pogostemon hortensis. Minyak nilam diperoleh melalui penyulingan daunnya.

Tumbuhan ini sebenarnya telah berkembang di Indonesia khususnya Aceh pada awal abad ke XX. Walaupun pada saat itu daun nilam belum dapat diolah sendiri namun telah menjadi salah satu komoditi perdagangan yang cukup menarik. Barulah pada tahun 1920 pengolahan minyak nilam dilakukan sendiri. Sekarang pengolahan minyak nilam sudah berkembang pesat mulai dari kecamatan Ketahun Bengkulu Utara hingga daerah Rempoah, Baturaden (Purwekerto).

Di Bengkulu utara satu hektar kebun nilam mampu menghasilkan 100-150 kilogram dan dari setiap 20 kilogram batang nilam dapat dihasilkan 0,5-0,6 liter minyak nilam. Jika harga minyak nilam per liter bias mencapai Rp. 270.000,00. Jika dalam satu hektar kita berhasil memanen 150 kilogram , maka keuntungan yang diperoleh bisa  mencapai 4,5 liter atau Rp. 1.215.000.

Tujuan utama ekspor minyak nilam Indonesia yang mencapai 450 ton per tahun dengan Negara tujuan Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, dan Inggris digunakan sebagai bahan baku industri pembuatan minyak wangi, sebagai pengikat bau atau fikative parfum, kosmetik. Komponen utama minyak nilam diperoleh dengan cara penyulingan daun nilam yang berupa pachoully alcohol 45-50%, sebagai penciri utama. Bahan industri kimia penting lainnya meliputi patchoully camphor, cadinene, benzaldehyde, eugenol, dan cinamic aldehyde.

Manfaat lain dari minyak nilam adalah sebagai bahan obat-obatan seperti antiseptik, anti jamur, anti jerawat, obat eksim, kulit pecah-pecah, ketombe, mengurangi peradangan, membantu mengurangi peradangan bahkan dapat membantu mengurangi kegelisahan dan depresi atau membantu penderita insomnia (gangguan susah tidur) dan bersifat afrodisiak meningkatkan gairah seksual. Tak hanya minyak, di India daun nilam kering digunakan sebagai pengharum pakaian dan permadani. Secara tradisional air rebusan minyak nilam juga dapat digunakan untuk mengobati asma, batuk dan demam.