Seorang nenek sangat sayang dengan cucunya. Saya sendiri mengalaminya, sejak kecil saya belum pernah dimarahi nenek. Beliau memberikan apapun yang saya minta, berbeda dengan apabila saya meminta sesuatu dengan ibu atau bapak selalu ada pertimbangan sebelum mengabulkan permintaan saya. Sosok nenek sampai saat ini adalah orang yang paling baik sedunia. Kondisinya hampir sama dengan ketika ibu saya begitu sayangnya dengan putra saya (cucu pertama beliau), beliau bilang rasa sayang dengan anak itu berbeda dengan rasa sayang terhadap cucu.

IMG_6648
Foto keluarga saat perayaan Hari Raya Iedul Fitri 1435 H. Nenek dikelilingi oleh putra, putri, cucu, dan cicit.

Namun saya tidak habis fikir saat itu, pengalaman yang tak bisa dilupakan hingga saya dewasa; nenek memberikan jamu cekok. Istilah cekok diberikan karena hubungannya dengan metode memberikan jamu yakni mencekokan jamu ke dalam mulut. Bahan baku cekok yang digunakan biasanya diambil dari kelompok empon-empon seperti Temulawak (Curcuma xanthoriza), Lempuyang (Zingiber americans), temu ireng (Curcuma aeruginosa) dengan ditambah sedikit brotowali (Tinospora tuberculata). Rasanya pahit dan getir sekali, sampai sekarang rasanya saya masih mengingat bagaimana pahitnya jamu tersebut.

rgeg
Bahan baku jamu alami, berasal dari tanaman obat yang diwariskan nenek moyang kita turun temurun.

Saat itu saya merasa kesal sekali karena nenek memberikan jamu cekok yang begitu pahit hingga beberapa hari selalu cemberut kalau main ke rumah nenek. Walaupun akhirnya karena kasih sayang nenek yang begitu besar rasa kesal itu berangsur-angsur hilang. Saya baru menyadarinya sekarang setelah mengetahui manfaat jamu cekok untuk pertumbuhan anak. Saat itu tubuh saya memang kurus karena waktu kecil nafsu makan saya tidak begitu bagus. Manfaat jamu cekokan adalah meningkatkan nafsu makan, mengobati penyakit cacingan bahkan bisa mengobati diare, flu, batuk hingga masuk angin dan perut kembung. Saya baru menyadari bahwa kasih sayang nenek memang telah teruji, dan itu adalah cinta.

Jamu adalah obat tradisional Indonesia. Penggunaan jamu erat kaitannya dengan budaya/kearifan lokal masyarakat Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Tercatat dalam sejarah penyebaran jamu di Indonesia telah ada sejak abad ke-5 yang ditandai dengan ditemukannya bukti sejarah pada relief dinding candi maupun buku primbon keraton jawa. Berarti begitu panjangnya sejarah jamu hingga bisa tetap eksis sampai saat ini.

Membuat minuman jamu itu sangat mudah dan murah tentunya, yang paling penting kita harus mengetahui dosis/takaran dan jenis tanaman obat yang akan digunakan. Berbeda dengan obat kimia modern, penggunaan tanaman obat menggunakan takaran yang masih sederhana, seperti iris, jari, genggam sebagai contoh resep rahasia mengatasi penyakit malaria. Saya biasa mengguanakan rimpang temulawak 6 iris, kulit pulai 3 jari, daun sambiloto satu genggam, cengkih 2 biji, adas ½ sendok teh, dan daun meniran 4 helai. Semua bahan direbus dengan 5 gelas air hingga diperoleh 2 gelas diminum setiap pagi dan sore hari.

des
Minuman jamu bisa dinikmati mulai dari rakyat kecil hingga kepala negara sekalipun. Si mbok jamu selalu siap menawarkan jamu gendongnya.

Aktifitas mahasiswa yang sangat padat dengan kuliah dan praktikum perlu didukung dengan asupan minuman kesehatan yang mampu menjaga stamina tetap prima. Tiga iris temulawak ditambah dengan gula jawa cukup membantu memulihkan stamina, menjaga agar perut tetap adem, menambah nafsu makan dan menjaga agar buang air tetap lancar setiap hari. Resep sedehana itu tetap terjaga hingga saya berkeluarga. Istri saya sangat mengerti sekali kebiasaan saya, kini setiap pagi secangkir jamu temulawak hangat selalu menyapa saya plus senyuman manis tentunya. Bagi saya ini merupakan sebuah terapi sakinah. Keberkahan dari sebuah pernikahan salah satunya adalah apabila salah satu pihak dalam pasangan mampu mengerti akan kebutuhan pasangannya itu. Bukankah itu yang dicari-cari oleh setiap pasangan suami istri ? Itulah namanya cinta. Jamu adalah cinta, lestarikanlah jamu maka cinta akan tumbuh di hatimu.

 

Salam SuksesBelajar

 

Sumber :

http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection

http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal

http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-info/501-info-jamu-as-world-cultural-heritage-2013

http://anugue.wordpress.com/2008/08/08/kisah-menteri-dan-ani-tukang-jamu/