IMG_8433Dalam rangka memperingati hari Ibu tahun 2015 agrianita IPB menyelenggarakan seminar ilmiah populer dengan tema  “Upaya Peningkatan Keberhasilan Memiliki Buah Hati Melalui Solusi Modern di Auditorium Andi Hakim Nasution IPB Dramaga Bogor. Kegiatan ini dihadiri tak kurang dari 300 orang peserta yang didominasi oleh kaum wanita. Seminar ini sangat efektif dalam mendekatkan ilmu pengetahuan dengan masyarakat. Dengan istilah lain membumikan ilmu pengetahuan. Untuk mendapatkan buah hati yang diinginkan tidak semua pasangan suami isteri diberikan kepercayaan secara langsung memperoleh buah hati. Oleh karena itu peranan ilmu pengetahuan sangat diharapkan dalam memenuhi gap antara keinginan dengan kenyataan tersebut.

Saya sendiri menawarkan kepada isteri saya untuk mengikuti kegiatan ini, sehingga kegiatan program memperoleh buah hati yang sedang kami rencanakan mendapatkan tambahan pengetahuan dan pengalaman. Alhamdulillah isteri saya tidak keberatan menghadiri acara tersebut. Seminar ini menghadirkan narasumber Dr. Ivan Sini MD FRANZCOG, GDRM, SPOG dari Morula in Vitro Fertilization Indonesia dan dimoderatori oleh Prof Dr. Arief Boediono dari Ketua Departemen Anatomi, Fisiologi, dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Dalam kesempatan ini dijelaskan oleh Dr Ivan bagaimana cara memperoleh buah hati yang didambakan  dan ditambah pula pengenalan program bayi tabung (in vitro ferilization) bagi pasangan suami isteri yang sudah lama menanti buah hati yang tak kunjung datang, baik karena alasan medis maupun non medis.

IMG_8429
Pemateri yang hadir Dr. Ivan Sini MD FRANZCOG, GDRM, SPOG dari Morula in Vitro Fertilization Indonesia dan dimoderatori oleh Prof Dr. Arief Boediono

Pelaksanaan bayi tabung di Indonesia ternyata sudah cukup lama yaiu sejak MUI (Majelis Ulama Indonesia) menyetujui program bayi tabung dalam kondisi tertentu pada pasangan yang syah dan bukan dari pasangan yang tidak menikah, surrogate, orang tua single, atau pasangan jenis kelamin sejenis. Bayi abung pertama berhasil dilakukan pada tahun 1987 dan mengalami perkembangan pesat setelah tahun 2006.

IMG_8411
Bioteknologi Embrio dalam Program Bayi Tabung

Kegiatan bayi tabung dilaksanakan melalui beberapa tahapan diantaranya indikasi klinis (pemeriksaan awal), stimulasin ovarium, pengambilan telur, dipertemukannya sperma dan telur dan transfer embrio. Biaya yang dibutuhkan mencapai 45-70 juta dengan tingkat keberhasilan mencapai 40%. Dihadirkan pula pasangan suami isteri yang telah berhasil melakukan program bayi tabung dengan usia anak 3 tahun berbagi pengalaman tentang program bayi tabung yang telah dilakukan. Sebuah catatan dari kegiatan seminar kali ini adalah “ Suami Isteri yang belum memiliki buah hati hendaknya dapat melakukan konsultasi secara bersama. Pemeriksaan hendaknya bukan hanya dilakukan oleh pihak istri namun harus dilakukan pula oleh pihak suami, agar harapan memperoleh buah hati yang didambakan dapat segera terealisasi”.