Dalam cita-cita saya, keluarga kami dibangun dengan landasan kreasi dan inovasi, itulah semangat yang selalu saya tularkan kepada setiap anggota keluarga. Kreasi lahir dari kerja keras akal dalam menciptakan sesuatu sedangkan inovasi lahir dari keinginan merombak sistem, cara, alat lama kemudian denganti dengan sesuatu hal yang baru yang lebih efektif dan efisien.

Dalam hal apa kreasi dan inovasi digunakan ? Tentunya kreasi dan Inovasi ini digunakan dalam hal apapaun. Contohnya saat saya dan istri sedang membuat program Buah Sehat Keluarga, yaitu program makan buah-buahan lokal setiap hari, buah-buahan bukan hanya digunakan sebagai cuci mulut saja namun sudah menjadi cemilan yang dianjurkan. Kami menanam buah pepaya calina (pepaya hasil pemuliaan dosen IPB, dikenal dengan nama pepaya kalifornia) di depan rumah. Alhasil setiap minggu kami bisa panen 3 atau 4 kali. Penghematan yang bisa kami lakukan per bulan untuk anggaran buah-buahan mencapai Rp. 160.000,00. Luar biasa..

970109_499585073479589_1642243504_n

Saat istri melahirkan putra kami yang pertama (padahal baru punya satu putra🙂 ), kami berkeinginan untuk menyajikan makanan yang halalan toyyiban untuk si buah hati. Berkat ketekunan istri saya, makanan mulai dari sayuran, buah, daging, ikan dan sumber karbohidrat mampu diubah menjadi makanan pendamping asi yang baik dan berkualitas, bahkan hingga sekarang selalu ada menu menarik di setiap menu makanan. Si kecil menjadi anak yang lebih suka masakan ibunya dibanding dengan bubur bayi instan, dan yang berbau instan lainnya. Hingga saat ini.. Alhamdulillah🙂

Saat kami mendapatkan kontrakan rumah yang tidak menyediakan fasilitas dapur yang memadai, saya memanfaatkan bambu dan beberapa potong kayu sengon dan merubahnya menjadi meja dapur sehingga istri saya bisa menggunakannya untuk memasak dengan nyaman. Bahkan menjadi sangat nyaman karena sejak awal sudah dirancang sedemikian rupa sesuai dengan arahan dari istri sehingga letak kompor gas dan peralatan pendukung lainnya berada dalam satu meja. Alhamdulillah🙂.

Istri saya sangat menyukai dunia kuliner, bukan hanya mencicipi makanan namun juga membuatnya. Untuk beberapa masakan sudah saya buatkan tulisannya di Ayah Juara : Bekal Cinta. Saya sangat mengapresiasi usaha istri dalam berkreasi masakan, kuncinya satu sering ngerumpi masakan dengan ibu-ibu, searching di internet maupun mampir ke toko buku. Tak perlu membeli buku, cukup membuka dan membacanya istri saya langsung terangguk-angguk tanda mengerti dan dijamin langsung dipraktekan. Untuk mendukung kratifitas istri dalam memasak saya sampai menyediakan alokasi anggaran setiap bulannya, dan saya pun harus siap mencoba masakan yang telah dibuat dan menilai rasa dan aromanya secara objektif🙂.

Saya selalu berpesan kepada istri, jangan hanya mengamati dan meniru dari resep masakan yang sudah ada namun sebaiknya dimodifikasi disingkat ATM (Amati Tiru dan Modifikasi). Dengan mengamati dan meniru kita hanya akan menjadi “pengikut” namun dengan memodifikasi kita akan mendapatkan sesuatu hal yang baru. Ada yang unik dari mencoba resep masakan, walaupun dengan takaran dan cara yang sama apabila dikerjakan dengan orang yang berbeda rasanya pun akan berbeda. Menyinggung masakan, sama dengan tulisan teh neng wie istri saya sempat membuat kue bolu kukus gula merah, kami menyebutnya bolu kukus manis semanis istriku🙂 . Bahan dan cara pengerjaannya adalah sebagai berikut :

Bahan :
– ¼ kg terigu
– ¼ kg gula merah,
– 1 gelas belimbing
– ½ sdt baking powder
– ½ sdt soda kue
– ½ gelas belimbing minyak goreng

Caranya :
Panaskan air kemudian lelehkan gula merah lalu saring, untuk membersihkan kotoran dari gula merah. Masukan tepung terigu baking powder dan soda kue. Campurkan gula merah cair dan minyak goreng bersama tepung kemudian aduk hingga merata. Masukan adonan ke dalam cetakan lalu kukus selama 20 menit.

IMG_0971

Testimoni saya setelah mengkonsumsi kue di atas adalah :

Aroma gula merahnya sangat terasa baik saat gigitan pertama hingga sampai di tenggorokan. Karena menggunakan gula merah alami manisnya pas dan nikmat. Walaupun tidak selembut kue bole kukus, teksturnya tak kalah lembut, lebih lembut dari kue apem. Penggunaan minyak goreng memberikan kesan gurih bercampur wangi minyak kelapa. Jika istri saya membuatnya, tak cukup satu kue..akan nambah..dan nambah terus..🙂